Pratikno Diam-diam Temui Jokowi di Solo, Rizal Fadillah Curiga Ada Agenda Tersembunyi

fajar.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kunjungan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno ke kediaman Presiden ke-7 RI, Jokowi di Solo, Jawa Tengah, menuai sorotan.

Pertemuan yang berlangsung tertutup hampir satu jam itu memicu beragam spekulasi, terutama di tengah kembali menguatnya isu ijazah palsu Jokowi.

Rizal Fadillah mengatakan, pertemuan tersebut sarat makna politis. Ia menyinggung kedatangan Pratikno yang disebut berlangsung secara tertutup dan menghindari media.

“Secara tergesa-gesa dan menghindari media Pratikno datang ke Solo menemui Jokowi. Datang inisiatif sendiri atau dipanggil tidaklah penting,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Kamis (1/1/2026).

Dijelaskan Rizal, yang paling mencolok dari pertemuan tersebut adalah relasi keduanya yang dinilainya sudah lama terbangun.

“Yang terbaca terang adalah bahwa keduanya memang berkolaborasi bahkan berkonspirasi,” sebutnya.

Rizal menuturkan, pertemuan itu justru semakin menguatkan dugaan keterlibatan Pratikno dalam pusaran isu ijazah Jokowi yang kembali mencuat.

“Pertemuan kemarin itu bukti bahwa akhirnya Pratikno muncul dan segera terseret ke pusat isu ijazah palsu. Sudah lama rakyat mencurigai akan peran besar dirinya,” lanjutnya.

Ia juga menyinggung sikap Pratikno ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatannya dalam polemik tersebut.

“Saat ditanyakan padanya mengenai dugaan keterlibatan, termasuk kemungkinan sebagai disainer, ia minta agar tanyakan kepada instusi,” ucap Rizal.

Namun, Rizal mengkritik respons Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilainya tidak terbuka dalam menjelaskan polemik ijazah Jokowi.

“Sayangnya instutusi UGM hanya mengungkap narasi formal, tidak terbuka, banyak yang ditutupi, serta mengakui tidak mengetahui fisik ijazah Jokowi,” katanya.

Ia mengutip pernyataan Rektor UGM terkait keberadaan ijazah tersebut.

“Ada pada yang bersangkutan, kata Rektor Ova Emilia. Asli atau palsu ijazah tidak terjawab oleh institusi UGM. Status kelulusan juga tanpa bukti yang memadai. UGM mengkhianati kejujuran akademik,” tegas Rizal.

Lebih jauh, Rizal mengaitkan isu ijazah dengan berbagai peristiwa dan figur yang menurutnya saling terhubung.

“Fenomena Pasar Pramuka, kerja orang-orang tertentu saat pendaftaran KPUD dan KPU, serta singgungan nama mantan Rektor UGM Pratikno yang menjadi timses Jokowi sejak Pilwalkot terus mengemuka,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung belum adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum mengenai perkara yang telah berlarut-larut ini.

“Pihak Bareskrim pernah diusulkan untuk memeriksa figur penting yang mendapat hadiah Menteri di era Jokowi dan dititipkan ikut kabinet Prabowo ini. Kepolisian nampaknya berat untuk memeriksa aktor tersebut,” Rizal menuturkan.

Salah satu tersangka dugaan fitnah ijazah palsu Jokowi ini menekankan bahwa hubungan Pratikno dan ayah Wapres Gibran itu sangat erat sejak lama.

“Pratikno yang mantan Dekan Fisipol UGM itu selama 10 tahun menjadi tangan kanan Jokowi. Sebagai Mensesneg ia menjaga Jokowi hingga pensiunnya,” ucapnya.

Ia bahkan melontarkan dugaan terkait kepemilikan aset Pratikno.

“Rumah 12.000 M2 di Colomadu disinyalir hasil abuse of power jabatan Mensesnegnya,” katanya.

Tidak berhenti di situ, Rizal juga menuding Pratikno memiliki pengaruh besar di lingkungan UGM.

“Sebagai Ketua Majelis Wali Amanat dan mantan Rektor UGM, Pratikno mahir menggunakan pengaruhnya termasuk membantu terpilihnya Rektor berikut yakni Panut Mulyono dan Ova Emilia,” tandasnya.

Rizal turut mengaitkan nama Pratikno dengan sejumlah isu nasional lainnya.

“Pratikno juga yang menjadi perantara lolosnya Gibran bin Jokowi dengan menyulap usia melalui Putusan MK, diramaikan terlibat kasus korupsi BTS 4G, serta gonjang-ganjing menjadi aktor intelektual dari ijazah palsu Jokowi,” katanya.

Menurut Rizal, pertemuan tertutup di Solo justru menambah kecurigaan publik.

“Pertemuan misterius di Solo kemarin menambah kecurigaan terkait dengan langkah politis dan taktis dalam membantu Jokowi menghadapi badai ijazah palsu yang menerpanya. Pratikno diduga sangat faham detail pola sejak awal,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa Pratikno yang sebelumnya dianggap pasif kini mulai muncul ke permukaan.

“Pratikno yang semula dingin dan sembunyi akhirnya harus keluar juga. Sulit untuk mengabaikan tudingan bahwa Pratikno adalah bos penentu dari skandal ijazah Jokowi,” tegas Rizal.

Karena itu, ia kembali mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan.

“Karenanya berulang kali ditekankan dan diusulkan agar demi hukum Pratikno harus diperiksa oleh Kepolisian. Tanpa memeriksanya missing link akantetap terjadi dan Jokowi tersenyum bahagia,” bebernya.

Rizal bilang, antara Pratikno dan Jokowi, meraka memiliki potensi berkonspirasi secara abadi.

“Pratikno adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan Jokowi Kompak dalam menyembunyikan misteri. Kedatangan ke Solo bukan untuk berwisata tetapi membangun komitmen dan disain baru untuk saling menyelamatkan. Pratikno bukan akademisi tetapi politisi. Politisi busuk,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya soal Anggaran bagi TNI Tangani Pascabencana Sumatera: Kita Bayar Sesuai Permintaan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Rumah Ambruk, Diding Boneng Berharap Uluran Tangan Rekan Sesama Artis
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi II DPR: Usulan Pilkada via DPRD Tak Perlu Diperdebatkan dari Aspek Konstitusi
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Resolusi 2026 ala Hotman Paris: Perbanyak Cabang Bisnis hingga Hidup Lebih dari 100 Tahun
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Persib Join, Saling Sikut dengan Persebaya untuk Dapatkan Craig Goodwin
• 4 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.