Penulis: Fityan
TVRINews – Kabupaten Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto membuktikan komitmen gerak cepat pemerintah dalam menangani krisis kemanusiaan pascabencana. Hanya dalam waktu singkat, sebanyak 600 unit Hunian Sementara (Huntara) telah berdiri kokoh di Aceh Tamiang, siap mengakhiri masa sulit warga di tenda pengungsian, Kamis 1 Januari 2026.
Realisasi pembangunan 600 unit hunian di Kompleks Danantara menjadi bukti otentik akselerasi pemerintah dalam memulihkan kehidupan masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Proyek ini merupakan bagian dari target besar 15.000 hunian yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai solusi cepat bagi korban bencana.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo di lokasi menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak sekadar janji, melainkan kerja nyata yang terukur.
Menggunakan helikopter dari Bandara Silangit, Kepala Negara mendarat untuk memastikan infrastruktur dasar bagi rakyatnya telah siap digunakan.
Bukti Nyata Akselerasi Infrastruktur
Keberadaan 600 unit hunian yang telah rampung ini merupakan hasil kolaborasi intensif di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan CEO Danantara, Rosan Roeslani.
Setiap unit seluas 4,5 x 4 meter tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas esensial seperti tempat tidur, lemari, dan kipas angin.
Berdirinya ratusan rumah ini adalah langkah awal agar warga tidak lagi tinggal di tenda darurat dan bisa kembali menata hidup secara normal.
Sentuhan Humanis di Tengah Pemulihan
Didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan jajaran menteri kabinet, Presiden Prabowo membagikan momen emosional saat meninjau unit bangunan.
Kerumunan warga yang antusias menyambut kehadiran Presiden menjadi gambaran harapan baru bagi mereka.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat Presiden menunjukkan empati mendalam dengan menggendong dan mencium salah satu anak pengungsi.
Gestur ini mencerminkan sisi humanis pemimpin yang hadir langsung di tengah penderitaan rakyatnya untuk memberikan kepastian masa depan.
Transformasi dari Tenda ke Hunian Layak
Pemerintah memastikan bahwa warga yang rumahnya hancur atau hilang akan menjadi prioritas utama untuk segera menempati kompleks ini.
Dengan fasilitas dapur umum dan sanitasi yang tertata di luar unit, lingkungan ini dirancang untuk menjaga kesehatan dan kebersihan bersama.
Transformasi dari tenda darurat menuju hunian yang lebih stabil di Kompleks Danantara ini diharapkan menjadi model penanganan bencana yang responsif di Indonesia.
Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa birokrasi dan eksekusi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bergerak dinamis demi kepentingan mendesak masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4960370/original/044764700_1728037819-20241004-Tarif_TJ-ANG_2.jpg)

