Jakarta Sambut Tahun Baru 2026 dengan Solidaritas Sesama

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS —Pergantian tahun dari 2025 ke 2026 di Jakarta berlangsung dalam suasana yang lebih reflektif. Di tengah semarak hiburan yang tetap hadir di sejumlah titik, Pemerintah Provinsi Jakarta mengarahkan perayaan malam tahun baru 2026 sebagai momentum doa, empati, dan solidaritas bagi para masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya di Sumatera.

Tema “Jakarta Global City: From Jakarta with Love, Rangkul Keragaman, Rawat Harapan” dipilih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) di perayaan kali ini. Gubernur Jakarta Pramono Anung yang hadir dalam perayaan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (32/12/2025), dalam pidatonya, menegaskan pilihan Jakarta untuk menyambut tahun baru dengan empati dan kepedulian.

“Di akhir tahun ini, kita menutup lembaran lama dan menyambut lembaran baru dengan penuh asa. Pada malam tahun baru ini, Jakarta memanjatkan doa bersama untuk pemulihan saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pesan merangkul keragaman dan merawat harapan merupakan kekuatan utama Jakarta. Menurutnya, kemajuan kota global tidak semata diukur dari gedung-gedung tinggi dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari solidaritas warganya.

Pemprov Jakarta juga membuka penggalangan donasi bekerja sama dengan Baznas-Bazis DKI Jakarta. Hingga acara puncak berakhir pada Kamis (1/1/2026) pukul 01.00 WIB, donasi yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 3,1 miliar. Gubernur menambahkan, bantuan untuk korban bencana masih akan ditambah dari 10 persen penjualan tiket pengunjung Ancol pada malam tahun baru.

Perayaan pergantian tahun pun diisi kegiatan berdoa bersama. Tokoh-tokoh lintas agama memimpin doa bersama untuk keselamatan bangsa dan pemulihan korban bencana alam di Sumatera.

Doa dipimpin antara lain oleh Ustadz Muhammad Nur Maulana, Habib Husein bin Ja’far Al Hadar, KH Yusuf Aman, Romo Antonius Suyadi Pr, Pendeta Arliyanus Larosa, JM Tuwari, Erwin Tjoe, dan Js Ruysya Supit.

Sebagai wujud empati, Pemprov Jakarta tidak menggelar pesta kembang api dalam rangkaian resmi perayaan. Meski demikian, kembang api tetap terlihat dinyalakan warga di sekitar Bundaran HI dan gedung-gedung sekitarnya.

Dalam refleksinya, Pramono juga mengingatkan Jakarta yang akan memasuki usua lima abad dalam 538 hari ke depan. “Perjalanan panjang ini hanya bisa dirawat bersama oleh seluruh warganya. Selamat Tahun Baru 2026. Semoga kita bangkit dan bergerak bersama menjaga Jakarta menuju kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mensejahterakan warganya,” ujar Pramono.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, yang juga turut mendampingi Pramono, menyampaikan pesan serupa. “Tahun baru tetap kita rayakan, tetapi dengan keprihatinan dan doa. Terima kasih sudah berkunjung ke Bundaran HI. Jaga keselamatan, jaga kesehatan, jaga Jakarta,” katanya.

Acara malam Tahun Baru di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya tetap meriah dengan kehadiran musisi Tanah Air, seperti D’Masiv dan Marion Jola. Perayaan tersebar di delapan titik panggung hiburan, yakni Lapangan Banteng, sepanjang Jalan M.H. Thamrin, Sarinah, BNI 46 Dukuh Atas, kawasan Semanggi, Bursa Efek Indonesia, FX Sudirman, serta panggung utama di Bundaran HI

Untuk mendukung kelancaran perayaan, Pemprov Jakarta memberlakukan pembatasan kendaraan atau Car Free Night di koridor Jalan M.H. Thamrin–Jenderal Sudirman hingga kawasan Melawai mulai Rabu pukul 18.00 WIB.

Semangat solidaritas bersamaan dengan kemeriahan Tahun Baru juga terasa di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan doa bersama digelar di kawasan Istana Anak TMII oleh tokoh lintas agama menjadi bagian penting dari konser musik Sorak Sorai Fest yang digelar Rabu malam.

Baca JugaDoa untuk Korban Bencana Indonesia Mengawali 2026

Sekitar pukul 21.55 WIB, tujuh pemuka agama—mewakili tujuh rumah ibadah di TMII—naik ke atas panggung untuk memimpin doa. Mereka adalah Ustad Erwan Safari, Romo Gregorius Wilson, Pendeta Yenni Tafae Ode, Jero Mangku I Made M Ariana, Upacarika Padma Widianto, Wandi Suwardi, serta Rohmat Hidayat dari penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Saat doa berlangsung, hujan deras mengguyur area konser. Namun, ribuan penonton tetap bertahan dengan jas hujan dan payung, sembari menyalakan lilin elektronik yang dibagikan panitia. Selama sekitar 15 menit, konser musik yang semula riuh berubah menjadi hening dan reflektif. TMII juga membuka penggalangan donasi melalui platform daring.

Salah satu pengunjung, Ebi (32), yang datang bersama keluarga, mengaku mengapresiasi konsep perayaan tanpa kembang api. “Kami mendukung perayaan yang lebih sederhana dan penuh doa. Ini bentuk dukungan moral bagi saudara-saudara kita di Sumatera,” ujarnya.

Selain konser musik, kawasan TMII sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 menghadirkan beragam atraksi, mulai dari instalasi lampu ”Hutan Menyala Dongeng Nusantara”, air mancur menari, pertunjukan tari kolosal, Circus Nusantara, hingga bazar UMKM dan festival truk makanan.

Konser Sorak Sorai Fest yang menampilkan musisi seperti Slank dan Barasuara dapat dinikmati tanpa tiket tambahan, dengan pengunjung hanya membayar tiket masuk kawasan sebesar Rp 70.000. Manajemen TMII menargetkan sekitar 60.000 pengunjung pada malam pergantian tahun.

Lokasi wisata Ancol Taman Impian, di Jakarta Utata, juga menunjukkan keprihatinan pada korban bencana Sumatera dengan mendonasikan 10 persen dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama di loket tiket dan www.ancol.com, khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025.

Komitmen ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Sebagai salah BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Ancol ingin hadir bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan saling membantu.

Bentuk keprihatinan juga ditunjukkan dengan tidak mengadakan pesta kembang api. Meski tanpa kembang api, irama musik dan joget dari panggung hiburan memeriahkan Ancol yang didatangi banyak masyarakat.

Perayaan Tahun Baru diisi Drone Light Show di Pantai Lagoon dan Konser Dangdut di Pantai Festival. Di panggung Pantai Festival, kelompok musik Mahesa tampil menghibur pengunjung hingga dini hari, Kamis (1/1/2026). Untuk menyemarakkan libur Tahun Baru, Ancol juga menyiapkan berbagai hibutan spesial sampai Minggu, 4 Januari 2025.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kabut Tebal Selimuti Kawasan Puncak, Polisi Minta Pengendara Waspada
• 20 menit lalumerahputih.com
thumb
Sampah Sisa Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta Capai 91,41 Ton
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Transfer Januari Liverpool: Mohamed Salah dan Chiesa Pergi, Guehi dan Karim Adeyemi Bergabung
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Tanpa Kembang Api, Kapolri Puji Empati Warga di Malam Tahun Baru
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Link dan Cara Voting Rizky dan Hilman di PSSI Awards
• 12 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.