GenPI.co - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya kini berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa.
Pezeshkian menilai situasi yang dihadapi Iran saat ini lebih buruk dibandingkan perang besar Iran-Irak pada 1980-an.
Menurut dia, tekanan dan konflik yang terjadi sekarang jauh lebih kompleks.
"AS, Israel, dan Eropa tidak ingin Iran tetap stabil," ujar Pezeshkian, diansir AP News, Rabu (31/12).
Dia menyebut perang yang dilancarkan Barat terhadap Iran bersifat lebih rumit dibandingkan konflik bersenjata tahun 1980-1988 dengan Irak.
Perang tersebut menelan lebih dari satu juta korban jiwa di kedua belah pihak.
Di samping itu, Pezeshkian telah menyampaikan rancangan anggaran kepada parlemen.
Dia berjanji akan memerangi laju inflasi yang tinggi dan meningkatnya biaya hidup yang membebani masyarakat.
Berdasarkan data statistik resmi, inflasi tahunan Iran pada Desember tercatat mencapai 52 persen.
Kondisi ekonomi Iran telah lama terpuruk akibat sanksi Barat yang diberlakukan selama beberapa dekade.
Tekanan ekonomi makin berat setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memberlakukan sanksi internasional terkait program nuklir Iran.
Negara-negara Barat bersama Israel menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Tuduhan yang secara konsisten dibantah Teheran.
Upaya negosiasi antara Iran dengan AS terkait isu tersebut hingga kini menemui jalan buntu.
Selain itu, ketidakpastian yang muncul akibat perang udara selama 12 hari melawan Israel pada Juni turut memperburuk prospek ekonomi Iran.
Pezeshkian menuding AS, Israel, dan Eropa telah melancarkan apa yang dia sebut sebagai "perang total" terhadap Iran. (*)
Heboh..! Coba simak video ini:



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459972/original/069680400_1767184349-22011.jpg)

