JAKARTA, DISWAY.ID-- Pada rapat koordinasi saat meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis 1 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan diaspora yang ada di luar negeri boleh membantu korban bencana di Sumatera
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan menerima laporan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf soal adanya pihak yang ingin memberikan bantuan.
BACA JUGA:IPB University Resmi Bentuk Fakultas Teknik dan Teknologi, Rektor: Transformasi Kelembagaan
BACA JUGA:Kasus Flu Subclade K di Indonesia Dominan Menyerang Anak dan Perempuan, Ini Penjelasan Kemenkes
Presiden pun menegaskan tidak menolak bantuan selama tujuannya jelas.
Tapi menurut Prabowo perlu dibahas mekanisme pemberian dari diaspora dan penerimaan bantuan tersebut.
"Saya sudah dilaporkan Pak Gubernur, dan nanti saya akan bicarakan dengan pejabat lain, bagaimana mekanisme kalau ada pihak yang tulus dan ikhlas mau membantu. Kita sebagai manusia, masa menolak bantuan, asal jelas," ujar Prabowo, Kamis 1 Janyari 2026.
Sekali lagi, Presiden Prabowo mempersilakan diaspora yang ingin membantu korban bencana. Bantuan tersebut akan disalurkan pemerintah kepada korban terdampak.
BACA JUGA:Super Flu Subclade K Masuk Indonesia, Kemenkes: Gejalanya Mirip Flu Musiman
BACA JUGA:Dari Aceh, Dirut BSI Pimpin Doa Akhir Tahun dan Tutup 2025 dengan Syukur
"Tadi saya sampaikan, kalau ada pihak yang mau memberi bantuan, ya silakan. Bikin surat, saya ingin sumbang ini, dilaporkan ke pemerintah pusat, kita akan salurkan," tegas Prabowo.
"Jadi, misalkan ada diaspora Aceh yang merasa terpanggil membantu di Aceh, monggo, silakan. Nanti kita salurkan," lanjutnya.
Masih di kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan pemerintah daerah juga bisa membuat rekening khusus untuk menampung sumbangan.
Jadi, pihak yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan melalui rekening tersebut.
"Mekanisme kita serahkan, mungkin nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, atau Sumatera Utara membuka rekening dana bantuan pascabencana," jelas Prabowo.
- 1
- 2
- »




