- PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan utama di Aceh pasca-bencana akhir November 2025, termasuk dua jalur transmisi terputus.
- Saat ini, fokus pemulihan PLN adalah 180 desa terpencil yang belum mendapat listrik akibat kerusakan jaringan distribusi.
- Petugas PLN turut berperan sebagai relawan, membantu perbaikan instalasi listrik fasilitas publik seperti 34 RSUD dan 15 masjid.
Suara.com - PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh kembali stabil setelah sempat terganggu akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Pemulihan kini difokuskan pada desa-desa terpencil yang masih terdampak dan sulit dijangkau.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa seluruh gardu induk di Aceh telah kembali bertegangan, menandai pulihnya tulang punggung sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
"Untuk Aceh kami menekankan bahwa semua gardu induk di Aceh sudah bertegangan. Sistem kelistrikan transmisi dan pembangkit berfungsi dengan baik," kata Darmawan Prasodjo di Kantor PLN ULP Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Rabu (31/12).
Ia menjelaskan, dua jalur transmisi utama yang sebelumnya terputus akibat bencana, yakni jalur Arun–Bireuen dan Pangkalan Brandan–Langsa, kini telah kembali tersambung. Bahkan, PLN berhasil menambah jalur kedua guna meningkatkan keandalan sistem.
"Tadi malam kami sudah berhasil membangun jalur kedua, sehingga keadaan sistem kelistrikan di Aceh meningkat drastis," ujarnya.
Meski sistem utama telah pulih, PLN masih menghadapi tantangan di tingkat distribusi. Dari sekitar 6.500 desa di Aceh, tercatat masih ada 180 desa yang belum menikmati aliran listrik akibat kerusakan jaringan dan keterbatasan akses.
Sejak bencana terjadi, tim PLN terus bergerak dari desa ke desa untuk melakukan pemulihan, termasuk membangun kembali akses menuju wilayah yang terisolasi.
"Saat ini sedang dibangun jalur akses ke desa-desa tersebut, yakni tiang-tiang listrik segera ditegakkan kembali, kemudian jaringan dipulihkan, sehingga dari hari ke hari ini ada peningkatan cukup baik, jumlah desa yang padam semakin turun," katanya.
Selain memulihkan listrik, Darmawan menuturkan petugas PLN juga terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan. Mereka membantu perbaikan instalasi listrik sekaligus pembersihan fasilitas layanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan tempat ibadah.
Baca Juga: Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
"Petugas PLN juga menjadi bagian dari relawan, di mana mereka membantu perbaikan instalasi listrik, sekaligus pembersihan layanan publik kesehatan meliputi 34 RSUD dan puskesmas," ujarnya.
"Kemudian juga ada 15 masjid yang kami usahakan untuk instalasi listriknya kami pulihkan dan juga kami bantu untuk bersihkan," lanjutnya.
Darmawan pun menyampaikan apresiasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal mendorong PLN untuk turun langsung ke lapangan dan memusatkan upaya pemulihan di Aceh.
"Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang dari awal memberi arahan kepada kami untuk turun ke lapangan, tim kami kerahkan semuanya, bahkan berkantor di Aceh," kata Darmawan Prasodjo.



