Siapa Sosok Guru Nur Aini? Mendadak Dipecat Karena Curhat Jarak Sekolah Jauh

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita

Suara.com - Sosok seorang guru bernama Nur Aini mendadak mencuri perhatian publik, pasca dipecat gara-gara sebuah curhatan. Siapa dia sebenarnya?

Pasalnya, guru berusia 38 tahun asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini tiba-tiba dipecat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan.

Putusan sepihak ini diduga merupakan buah dari “curhatan” Nur Aini terkait kegiatan belajar mengajar di media sosial.

Nur Aini mengungkapkan bahwa jarak rumah dan sekolahnya mencapai 114 kilometer (pulang pergi). Mengapa hal ini bisa menjadi bumerang bagi Nur Aini? Berikut ulasannya.

Sosok Guru Nur Aini dan Alasan Pemecatan

Nur Aini merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang mendaftar pada formasi CPNS guru dan saat ini mengajar di SDN Mororejo II. Sekolah tersebut berada di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Melalui unggahan konten di akun TikTok Cak Sholeh pada 13 November 2025, Bu Guru Nur Aini menceritakan kondisi yang ia alami selama mengajar, khususnya terkait jarak tempuh dari rumah ke sekolah.

Ia mengungkapkan bahwa jarak antara tempat tinggalnya di Bangil menuju SDN Mororejo II, Kecamatan Tosari, mencapai sekitar 57 kilometer.

Nur Aini menjelaskan bahwa setiap hari dirinya harus berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB dan baru tiba di sekolah kurang lebih pukul 07.30 WIB. Padahal, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut baru dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Peluang Gaji PNS Naik Tahun Depan, Ini Bocorannya

“Kalau berangkat jam setengah 6 pagi, nyampe setengah 8 lebih,” ujar Nur Aini.

Karena itu, ia harus benar-benar memperhitungkan jarak dan waktu tempuh, sehingga terpaksa berangkat sejak waktu fajar.

“Saya ingin pindah ke Bangil, Pak, supaya dekat dari rumah,” ujar Nur Aini saat ditanya oleh Cak Sholeh mengenai bentuk keadilan yang ingin ia sampaikan.

Selain persoalan jarak yang dinilai terlalu jauh, Nur Aini juga mengungkapkan adanya permasalahan lain yang ia alami selama mengajar di sekolah tersebut.

Ia mengaku merasa dirugikan terkait sistem presensi. Menurut keterangannya, absensi kehadirannya diduga dimanipulasi hingga tercatat sebagai alfa, meskipun dirinya tetap menjalankan tugas mengajar.

Permasalahan tersebut semakin memuncak ketika Nur Aini mengaku bahwa tanda tangannya telah dipalsukan untuk keperluan utang. Ia menyebut tindakan tersebut dilakukan oleh pihak kepala sekolah tempatnya mengajar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sumur Minyak Rakyat Tempino di Jambi Bisa Produksi 1.000 Barel per Hari
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Dianggap Lalai, 2 Orang Jadi Tersangka Ledakan Pabrik Nucleus Farma Tangsel
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Mengalami Beberapa Kekecewaan pada 2025, Jens Raven Berjanji Akan Lebih Kuat
• 53 menit lalubola.com
thumb
Tahun Baru Hijau di Ragunan: Sepeda, Tikar, dan Kisah Para Pengunjung
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Chivalry 2 Jadi Game PC Gratis Terbaru di Epic Games Store
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.