Cerita Fahmi Lulusan Peternakan IPB, Zookeeper Ragunan yang Bongkar Rahasia agar Tak Dicakar Harimau

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria bernama Fahmi (30) menceritakan proses pendekatan saat menjadi zookeper harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan.

Pria lulusan D3 Peternakan IPB ini mengungkapkan bahwa dirinya telah bekerja selama tiga tahun di Ragunan.

“Background pendidikannya D3 Peternakan IPB. Total kerja di Ragunan kurang lebih 3 tahun,” kata Fahmi, di Ragunan, Kamis (1/1).

Sementara itu, Fahmi mengaku bahwa sebelum menjadi zookeeper harimau, dirinya juga pernah menjadi zookeeper rusa. 

Namun, Fahmi menuturkan, dalam perawatan terhadap satwa Herbivora dan Karnivora tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Sebab, setiap hewan itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

“Kalau untuk di harimau saya sudah setahun. Sebelumnya di herbivor, di Rusa Timur,” ungkap Fahmi.

“Tantangannya aja sih lebih untuk tantangan itu kita di hewan karnivor lebih ada tantangannya begitu,” jelas Fahmi.

Sementara itu, Fahmi mengungkapkan total jumlah harimau keseluruhan di Ragunan ada 18 ekor, yang terdiri dari 18 ekor Harimau Sumatera, dan 12 ekor Harimau Benggala. Para harimau ini juga memiliki sifat yang berbeda, ada yang suka berendam, berenang dan grooming.

Adapun usia harimau yang termuda, yaitu memiliki nama Rafa, dan harimau yang tertua yakni Sri Deli yang beberapa waktu sempat viral di media sosial.

“Kalau untuk Harimau Sumatera saat ini di sini 20 tahun. Untuk paling muda 11 tahun. Rafa ini yang paling muda. Dia sama Srideli, ada yang waktu itu yang viral,” tegas Fahmi.

Kemudian, Fahmi menyebutkan, harimau yang ditampilkan untuk feeding time yaitu Rafa. Diketahui bahwa dalam satu hari, Rafa dapat menghabiskan daging sebanyak 6 kilogram.

“Kalau untuk pemberian pakan, kita kasih satu ekor itu 5 sampai 6 kilogram. Untuk Harimau Sumatera. Untuk pemberian pakan kita bisa kasih di siang hari atau di sore hari,” tutur Fahmi.

“Kalau untuk hari ini 5 sampai 6 kilogram daging. Daging sapi dan daging ayam segar. Setiap hari 6 kilo,” sambungnya.

Lebih lanjut, Fahmi menceritakan, agar harimau bonding, dirinya harus menganggap seperti anak sendiri, seperti diajak ngobrol.

“Itu makanya untuk kita pendekatan bonding kita panggil namanya, terus kita suapin sambil kita ajak ngobrol. "Gimana kabarnya hari ini?" gitu. "Enak tidurnya, nyenyak kah?" gitu. Iya (kaya ngajak ngobril anak sendiri),” ucap Fahmi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Rejang Lebong, Bengkulu, Satu Warga Ditemukan Tewas Tersangkut di Pohon Kopi
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Donasi Rp 3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera | SAPA PAGI
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
KAI Services Siapkan 9 Dapur Produksi untuk Stok  Makanan di Kereta
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko Polkam Klaim Malam Tahun Baru Aman Terkendali, Mobilitas Massa dan Wisatawan Melonjak
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Rosan: 600 Hunian Danantara Diserahkan ke Pemda pada 8 Januari
• 26 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.