PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp163,38 triliun hingga November 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa penyaluran KUR sebagai komitmen perseroan terhadap Asta Cita melalui upaya penciptaan lapangan usaha dan perluasan akses pembiayaan yang inklusif bagi pelaku usaha.
"Hingga November 2025, BRI mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp163,38 triliun," kata Hery dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga: Direktur Utama BRI Optimis Sambut 2026 serta Tegaskan Keyakinan pada Transformasi dan Strategi Jangka Panjang
KUR tersebut menjangkau 3,5 juta debitur atau setara 92,3% dari total alokasi KUR BRI tahun berjalan.
Sebagian besar penyaluran KUR tersebut mengalir ke sektor produksi dengan porsi 64,6%, khususnya sektor pertanian yang mencapai Rp73,73 triliun.
"Mencerminkan keberpihakan BRI dalam memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," terangnya.
Sebagai kelanjutan dari agenda transformasi, BRI telah meluncurkan Corporate Rebranding BRI pada Selasa (16/12/2025) bersamaan dengan hari jadinya yang ke-130.
Baca Juga: 22 Tahun Melantai di BEI, Harga Saham BBRI Melonjak hingga 48 Kali Lipat
Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi Perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development.
“Brand idea kita adalah mendukung setiap ambisi nasabah di seluruh Indonesia, dan our brand personality itu sudah terpercaya namun progresif, ambisius namun penuh rasa hormat, aspiratif namun praktis, universal namun personal, dan terakhir adalah kelas dunia namun sangat Indonesia,” ungkapnya.




