Tangani Pemulihan Akses Kutacane-Takengon Aceh, HK Ungkap Progresnya

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Aceh, VIVA – PT Hutama Karya (Persero) ditugasi Kementerian Pekerjaan Umum menangani pemulihan akses pada ruas jalan nasional Takengon Blangkejeren–Kutacane (Jalan Nasional Serkil). Hal itu dilakukan  dengan tiga segmen, yakni Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren, Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, serta Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane.

Penanganan ini ditujukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan menjaga kelancaran arus logistik pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mempercepat pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh.

Baca Juga :
Pelindo Multi Terminal Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Berjalan di Libur Nataru
Bersiap Antisipasi Lonjakan Arus Balik Nataru, KAI Logistik Catat Angkutan Barang Periode Natal 2025 Naik 40 Persen

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pemulihan akses ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga konektivitas Aceh pascabencana.

“Kembali berfungsinya jalur pada segmen-segmen tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan.” ujar Mardiansyah dikutip dari keterangannya, Kamis, 1 Januari 2025.

Hutama Karya membuka akses secara bertahap pada tiga segmen tersebut agar jalur penghubung antarkabupaten dapat segera dimanfaatkan kembali. Segmen Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane sepanjang 70 km telah fungsional sejak Jumat (19/12) lalu, dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Segmen Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara sepanjang 120 km telah fungsional sejak Sabtu (20/12). Sementara segmen Takengon–batas Aceh Tengah/Gayo Lues sepanjang 90 km ditetapkan fungsional pada Kamis (1/1/2026) mendatang. Sehingga panjang akses fungsional mencapai 284 km. 

Status ruas bersifat fungsional sementara. Pada kondisi normal, jalur dioperasikan dua arah. Namun, di beberapa titik penanganan masih diberlakukan pengaturan lalu lintas bergiliran untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Akses ini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, dengan pembatasan beban maksimal 10 ton untuk kendaraan roda enam melalui pengawasan. Pengecualian diberikan bagi truk BBM dengan kapasitas maksimal 5.000 liter untuk menjaga suplai energi ke wilayah terdampak.  

Dalam pelaksanaan, pekerjaan pemulihan dilakukan melalui pembersihan material longsoran, penanganan badan jalan, perbaikan dan perkerasan pada titik terdampak, penanganan drainase, perkuatan lereng pada lokasi rawan, serta pembukaan jalan sementara dengan timbunan pada segmen yang kritis. Untuk mendukung pekerjaan, Hutama Karya menyiagakan 15 unit excavator dan 4 unit wheel loader, didukung 25 personel. 

Baca Juga :
Banjir Aceh Tamiang: Air Bersih, Obat Gratis, hingga Bantuan Sekolah Mengalir
Fase Baru Agrerator Logistik di Indonesia
BNPB Pastikan Logistik Tak Mengendap Lebih dari 2 Hari di Seluruh Posko Bencana Sumatera

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPBD Agam: Banjir bandang kembali melanda Maninjau di awal tahun
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Bencana di Tiga Provinsi Tak Ditetapkan Bencana Nasional
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Eks Kapten Persib Berharap Maung Bandung Tembus Final AFC Champions League 2: Siapa Tahu Ketemu Cristiano Ronaldo
• 16 jam lalubola.com
thumb
Setelah DJ Donny, Rumah Aktivis Greenpeace Diteror Bangkai Ayam
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Ngopi Nikmat di Pagi Hari tanpa Khawatir Asam Lambung Naik, Ini Tipsnya!
• 12 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.