Sederet Tantangan Pasar Kerja RI 2026, Apa Saja?

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Office of Chief Economist (OCE) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memaparkan sejumlah tantangan pasar kerja Indonesia dalam menyongsong target pertumbuhan ekonomi pada 2026.

Dalam publikasi bertajuk EconMark 2026 Indonesia Economic Outlook: Regaining Traction, tim peneliti yang dipimpin Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan bahwa tantangan itu mencakup kendala dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas.

OCE BMRI menyoroti bahwa tingkat pengangguran terbuka memang membaik sejak pandemi Covid-19, dari 7,1% pada 2020 menjadi 4,9% per Agustus 2025. Namun, penurunan marjinal tercatat hanya sebesar 0,06% pada 2025, dibandingkan penurunan 0,23% pada periode sebelum pandemi.

“Meskipun penciptaan lapangan kerja telah pulih secara keseluruhan, hal ini belum cukup untuk untuk menyerap angkatan kerja baru,” demikian bunyi publikasi tersebut, dikutip pada Kamis (1/1/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Lebih lanjut, penciptaan lapangan kerja dengan keterampilan tinggi juga disebut semakin terhambat, salah satunya ditandai dari komposisi tingkat pendidikan pekerja.

Pada periode 2021–2025, tenaga kerja lulusan SMA mencapai 5,7 juta jiwa, naik dari 3,9 juta pada 2011-2015. Pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi seperti lulusan universitas, penurunan justru terjadi dari 4,3 juta orang menjadi 3,5 juta sepanjang periode yang sama.

Baca Juga

  • Ini Gelar Sarjana yang Tak 'Laris' di Pasar Kerja
  • Remitansi PMI Rp685 M Jadi Penyangga Ekonomi Cirebon di Tengah Lesunya Pasar Kerja
  • Daftar Lengkap UMP 2026 di Seluruh Indonesia, Berlaku Hari Ini!

“Penyerapan tenaga kerja semakin terkonsentrasi pada segmen dengan keterampilan dan upah rendah. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa peningkatan lapangan kerja belakangan ini lebih didorong oleh kuantitas daripada kualitas,” lanjut OCE Bank Mandiri.

Selain itu, pasar kerja Tanah Air yang masih didominasi oleh pekerja informal hingga 58% dari total lapangan kerja juga menuai sorotan. Angka tersebut belum menunjukkan tanda-tanda kembali ke level sebelum pandemi, yakni sekitar 44%.

Oleh karenanya, OCE Bank Mandiri menilai bahwa pertumbuhan yang lebih kuat dan insentif yang lebih efektif di industri formal akan meningkatkan kualitas lapangan kerja, dibandingkan sebatas peningkatan kuantitas lapangan kerja.

Sebelumnya, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pihri Buhaerah turut memaparkan adanya anomali pasar tenaga kerja Tanah Air.

Kendati tingkat pengangguran terbuka turun di bawah 5%, angka setengah pengangguran justru merangkak naik. Jika dikalkulasikan, total pengangguran terbuka dan setengah pengangguran yang berada di level 12% dinilai cenderung tinggi.

Mengacu pada riset historis, Pihri menjelaskan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja akibat guncangan sisi suplai dan permintaan seperti saat pandemi 2020 membutuhkan waktu pemulihan (recovery) yang jauh lebih lambat dibandingkan pemulihan keluaran produksi.

"Waktu tercepat untuk kembali normal akibat gangguan di pasar tenaga kerja itu membutuhkan paling cepat empat tahun. Output atau level produksi sudah kembali normal, cuma masalahnya di pasar tenaga kerja tidak membaik. Informalisasi meningkat, setengah pengangguran meningkat," jelas Pihri dalam paparan Economic Outlook 2026, Jumat (19/12/2025).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
3 Rekor Hebat Timnas Indonesia Sepanjang 2025: Tim ASEAN Terbaik di Kualifikasi Piala Dunia
• 13 jam lalubola.com
thumb
Prabowo Siapkan 15.000 Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Target Rampung 3 Bulan
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemnaker Temukan Dugaan Penyalahgunaan Program Magang Nasional, Gunakan Perusahaan Fiktif
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Tegas Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung, Deni Wicaksono: Kemunduran Demokrasi!
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Cerita Sahid Boyong Keluarga Piknik ke Ragunan di Libur Tahun Baru
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.