Volodymyr Zelenskyy Presiden Ukraina menyatakan bahwa negaranya tinggal 10 persen lagi untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang dengan Rusia. Namun, ia menegaskan Ukraina tidak akan menerima kesepakatan damai yang lemah karena berisiko memperpanjang konflik.
Dalam pidato malam Tahun Baru yang disampaikan melalui video di Telegram, Rabu (31/12/2025) malam waktu setempat, Zelenskyy mengatakan bahwa kesepakatan damai secara substansi sudah 90 persen siap.
“Masih tersisa sepuluh persen. Dan itu jauh lebih dari sekadar angka. Sepuluh persen itu akan menentukan nasib perdamaian, masa depan Ukraina, dan Eropa,” ujar Zelenskyy seperti dikutip Anadolu, Kamis (1/1/2026).
Zelenskyy menegaskan Ukraina memang menginginkan perang segera berakhir, tetapi bukan dengan mengorbankan kedaulatan dan keberlangsungan negara.
“Kami ingin perang berakhir, tetapi bukan mengakhiri Ukraina,” tegasnya.
Mengakui beratnya beban hampir empat tahun konflik bersenjata, Zelenskyy mengatakan rakyat Ukraina kelelahan, namun tetap teguh dan tidak menyerah.
Ia menegaskan tidak akan menandatangani perjanjian apa pun yang melemahkan Ukraina atau hanya menunda pecahnya perang berikutnya.
“Setiap tanda tangan pada kesepakatan yang lemah hanya akan menyuburkan perang. Tanda tangan saya hanya akan dibubuhkan pada kesepakatan yang kuat,” katanya.
Menurut Zelenskyy, seluruh upaya diplomasi yang saat ini berjalan difokuskan untuk mencapai perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan tidak rapuh, demi masa depan Ukraina dan stabilitas kawasan Eropa. (bil/ham)


