FAJAR, MAKASSAR — Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 tidak hanya menjadi ajang belanja pemain bagi klub-klub besar. Bagi PSM Makassar, periode ini justru berubah menjadi fase bertahan—menjaga agar fondasi tim yang mulai stabil tidak runtuh akibat godaan klub rival.
Dua nama paling krusial kini berada dalam pusaran rumor: Victor Luiz dan Yuran Fernandes. Keduanya bukan sekadar pemain asing, melainkan pilar utama yang menopang struktur permainan PSM di lini belakang. Dan yang membuat situasi semakin sensitif, arah rumor mengarah ke satu klub yang memiliki “daya tarik emosional” kuat: Persebaya Surabaya.
Benang merahnya jelas—Bernardo Tavares.
Victor Luiz: Aset Bernilai Tinggi di Tengah Godaan Reuni
Nama Victor Luiz kembali mencuat dengan intensitas tinggi. Bek kiri asal Brasil itu disebut-sebut masuk radar Persebaya Surabaya, Persik Kediri, hingga Arema FC. Namun, Persebaya memiliki keunggulan yang sulit ditandingi klub lain: hubungan kerja yang sudah teruji antara Victor dan Bernardo Tavares.
Nilai pasar Victor Luiz yang menyentuh Rp 6,08 miliar menjadikan rumor ini tidak terdengar murahan. Angka tersebut mencerminkan konsistensi dan produktivitasnya sebagai bek kiri modern—tipe pemain yang langka di Super League.
Musim lalu, Victor mencatat tujuh assist dari 32 pertandingan. Musim ini, hingga pekan ke-14, ia sudah mengoleksi lima assist, termasuk saat menghadapi Persebaya sendiri. Sebuah etalase kualitas yang datang di waktu paling sensitif.
Di tengah transisi PSM pasca-kepergian Tavares, Victor justru tampil stabil. Data defensifnya pun solid: 29 tekel, 39 intersep, dan 20 clearance. Ia bukan hanya bek ofensif, tetapi juga penyeimbang permainan.
Bagi Persebaya, Victor adalah solusi instan. Bagi PSM, ia adalah aset strategis yang kehilangan nilainya bisa berdampak sistemik.
Yuran Fernandes: Pilar Senyap yang Tak Tergantikan
Selain Victor Luiz, satu nama lain juga diam-diam masuk radar rumor: Yuran Fernandes. Bek tengah bertubuh kokoh itu adalah jangkar pertahanan PSM—pemimpin senyap yang jarang disorot statistik, tetapi vital dalam struktur tim.
Jika Victor dan Yuran benar-benar hengkang bersamaan, PSM bukan sekadar kehilangan dua pemain. Mereka kehilangan tulang punggung pertahanan.
Inilah konteks yang membuat Tomas Trucha harus bersiap bukan hanya mencari pemain baru, tetapi juga menyiapkan skenario terburuk.
Tomas Trucha dan Strategi Menahan Diri
Berbeda dengan klub-klub rival yang mulai agresif di bursa transfer, PSM Makassar memilih jalur tenang. Tomas Trucha, pelatih asal Republik Ceko yang mengambil alih tim sejak November, tidak tergoda belanja panik.
Empat laga awalnya menghasilkan tiga kemenangan dan satu imbang—rekam jejak yang cukup untuk membangun kepercayaan. Di bawah Trucha, PSM terlihat lebih rapi, disiplin, dan kolektif.
“Saya sudah memahami skuad yang kami miliki. Dari saya sendiri, mungkin tidak akan ada perubahan besar,” ujar Tomas dalam konferensi pers.
Pernyataan itu bukan sekadar sikap diplomatis. Ia mencerminkan keyakinan pada fondasi yang ada—selama fondasi itu tidak dibongkar dari luar.
Akademi sebagai Tameng Jangka Menengah
Di tengah ancaman kehilangan pemain inti, Trucha justru memperkuat jalur internal. Akademi PSM kembali menjadi sumber harapan.
Nama Jamil Alrahman, bek tengah U-20 asal Jeneponto, mulai masuk radar tim senior. Ia menyusul jejak Andi Mukhram Pamungkas dan Muhammad Fahrul, lulusan akademi U-18 yang sudah lebih dulu mencicipi atmosfer tim utama.
Kepercayaan Trucha pada pemain muda bukan wacana. Dalam laga melawan Malut United FC, ia menurunkan lima pemain U-23, dua di antaranya sebagai starter.
“PSM punya akademi yang sangat bagus. Banyak pemain bertalenta,” kata Tomas.
Namun, mengandalkan akademi sepenuhnya tetap menyimpan risiko jika kehilangan pemain asing kunci terjadi secara bersamaan.
Kehadiran Agen di Bandung: Sinyal Halus?
Di tengah sikap kalem PSM, satu detail kecil memantik spekulasi besar. Razeen Khalid, agen Tomas Trucha dari Active8 Sports Agency, terlihat hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat PSM menghadapi Persib Bandung.
Tak ada pernyataan resmi. Namun, timing kehadiran tersebut menimbulkan tafsir luas. Banyak pihak menduga, ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari pemetaan opsi—terutama jika PSM benar-benar harus menutup lubang yang ditinggalkan pemain inti.
Bertahan atau Kehilangan
Bursa transfer paruh musim ini menjadi ujian pertama Tomas Trucha bukan dalam soal taktik, tetapi manajemen krisis. Apakah PSM mampu mempertahankan Victor Luiz dan Yuran Fernandes? Atau justru harus beradaptasi dengan kehilangan besar di tengah musim?
Jika PSM sukses menahan godaan klub-klub rival, stabilitas tim bisa terjaga hingga akhir musim. Namun jika tidak, Trucha harus membuktikan bahwa fondasi kolektif dan akademi cukup kuat untuk menambal lubang yang ditinggalkan para pilar.
Satu hal pasti:
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, PSM Makassar bukan hanya pemburu—tetapi juga target perburuan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459910/original/046725100_1767180235-PHOTO-2025-12-31-14-59-36.jpg)

