Operasi Madago Raya Resmi Berakhir, Polri Fokuskan Pengamanan Lewat Kegiatan Rutin di Sulawesi Tengah

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Endi Sutendi menyatakan bahwa Operasi Madago Raya di Provinsi Sulawesi Tengah resmi berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.

"Berakhirnya Operasi Madago Raya merupakan bagian dari evaluasi strategis Polri dalam penanganan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah," ungkapnya.

Meski operasi khusus tersebut dihentikan, Endi menegaskan bahwa langkah-langkah pengamanan dan pemeliharaan stabilitas tetap menjadi prioritas utama pihak kepolisian.

Operasi Madago Raya merupakan kelanjutan dari Operasi Tinombala, yang berubah nama sejak 1 Januari 2021 sebagai penanda perubahan pendekatan kepolisian.

Perubahan tersebut mencerminkan strategi Polri yang lebih mengedepankan upaya pencegahan, pembinaan masyarakat, serta pelibatan elemen lokal dalam menjaga keamanan wilayah.

Endi memastikan bahwa berakhirnya operasi ini tidak berarti aktivitas patroli dan pengamanan di wilayah bekas operasi juga ikut dihentikan.

Kegiatan Rutin Akan Ditingkatkan di Wilayah Eks Operasi

Kepolisian akan melanjutkan pengamanan melalui skema Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di seluruh jajaran Polres dengan dukungan penuh dari Polda Sulawesi Tengah.

Wilayah bekas Operasi Madago Raya, seperti Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-Una, akan tetap menjadi perhatian utama dengan penyesuaian pola pengamanan sesuai kondisi keamanan terkini.

"Poso tetap menjadi atensi dengan melakukan KRYD, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif hingga penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran ataupun tindak pidana terorisme," ia menegaskan.

Kegiatan berkelanjutan berupa pembinaan dan pengawasan akan tetap dilaksanakan demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Endi juga mengungkapkan bahwa upaya deradikalisasi sepanjang tahun 2025 berjalan cukup efektif.

Sekitar seratusan eks narapidana terorisme (napiter) dan simpatisan telah dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Keamanan tidak bisa hanya diserahkan kepada Polri semata. Peran aktif masyarakat sangat penting agar situasi Sulawesi Tengah tetap aman, damai, dan kondusif," ia mengungkapkan.

Kolaborasi dengan Masyarakat Jadi Kunci Keamanan

Polda Sulawesi Tengah berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap stabil dan kondusif.

Langkah ini sejalan dengan pendekatan kepolisian yang lebih inklusif dan kolaboratif dalam membangun ketahanan wilayah terhadap ancaman radikalisme dan terorisme.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Rejang Lebong, Bengkulu, Satu Warga Ditemukan Tewas Tersangkut di Pohon Kopi
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Buruan Cek, BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Turun Harga per Januari 2026
• 12 jam lalumerahputih.com
thumb
Tawuran Pecah di Flyover Klender saat Malam Tahun Baru, Petasan Jadi Kode
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
S&P 500 Menguat 16 Persen pada 2025, Nasdaq dan Dow Jones Tumbuh Dua Digit
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Warga Pesisir Kaltim Diminta Waspada Gelombang Tinggi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.