Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pedagang kukusan berinisial SR mengalami luka-luka pada bagian wajahnya, usai menjadi korban pengeroyokan di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (25/12/2025).
Insiden ini diunggah dalam akun Instagram @info.jakartatimur, dengan keterangan “PEDAGANG DIPUKULI NYARIS DITUSUK DI BKT DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR”.
Terlihat hidung pedagang yang mengenakan baju berwarna merah tersebut mengeluarkan darah. Kemudian pria ini juga sempat memperlihatkan terduga pelaku pengeroyokan. Namun setelahnya terduga pelaku marah dan terjadi cekcok antara keduanya.
Sementara itu tertulis keterangan dalam video bahwa terduga pelaku mengaku pemegang wilayah (preman) dan meminta uang jatah sebesar Rp20.000. Namun korban menolak memberikan uang sehingga terjadi pengeroyokan.
Menanggapi peristiwa ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihak kepolisian telah menangkap kedua pelaku pada Rabu (31/12/2025).
“Dua terduga pelaku berinisial S alias A dan S alias H. Pelaku H ditangkap di Jembatan BKT Cipinang Indah, sedangkan A diamankan di Mustika Jaya, Bekasi,” kata Budi, kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).
Sementara itu, Budi menegaskan, pihak kepolisian tidak mentolerir tindak premanisme dan kekerasan, terlebih terhadap pedagang kecil.
“Setiap bentuk intimidasi dan kekerasan akan kami tindak tegas sesuai hukum,” ungkap Budi.
Atas peristiwa ini, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau sangkur yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. Kedua pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
“Kami juga mengimbau warga yang menemukan adanya tindak kekerasan agar segera melapor lewat layanan darurat 110 yang aktif 24 jam. Polri memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional,” terang Budi. (ars/iwh)



