Pola Teror ke 3 Influencer dan Aktivis Dianggap Mirip, Polisi Akan Analisis

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Buntut tiga rumah influencer dan aktivis jadi sasaran teror di penghujung tahun 2025, polisi akan analisis pola yang diterima mereka meski baru satu orang yang membuat laporan.

“Akan dianalisa apakah pola dan caranya sama dalam menerima teror,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dihubungi, Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Setelah DJ Donny, Rumah Aktivis Greenpeace Diteror Bangkai Ayam

Ketiga target teror meliputi influencer DJ Donny dan Sherly Annavita, serta aktivis sekaligus pengurus organisasi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik.

Dari ketiganya, baru Donny yang sudah melaporkan teror ini ke Polda Metro Jaya usai menerima teror kedua berupa lemparan bom molotov, Kamis (31/12/2025).

Laporan yang teregistrasi pada nomor STTLP/B/ 9545 / XII /2025/SPKT/POLDA METRO JAYA ini pun langsung ditindaklanjuti polisi di hari yang sama.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=teror, dj donny diteror, aktivis greenpeace diteror, influencer diteror&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8yMjI4MDI4MS9wb2xhLXRlcm9yLWtlLTMtaW5mbHVlbmNlci1kYW4tYWt0aXZpcy1kaWFuZ2dhcC1taXJpcC1wb2xpc2ktYWthbg==&q=Pola Teror ke 3 Influencer dan Aktivis Dianggap Mirip, Polisi Akan Analisis §ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

“Benar sudah ada laporan dan penyelidik akan melakukan serangkaian penyelidikan seperti olah TKP, olah barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi,” tutur Budi.

Dari olah TKP yang dilaksanakan hari itu juga, pecahan bom molotov yang sengaja ditinggal Donny pada tempatnya pun dibawa sebagai barang bukti.

“Yang diambil barang bukti. Ada bom molotov sama surat ancaman,” kata Donny dihubungi terpisah.

Sementara itu, Greenpeace tengah mempertimbangkan untuk membuat laporan juga agar segera ditindak lanjut.

Saat ini, Iqbal dan keluarga sudah dalam kondisi aman meski sempat mengalami sedikit guncangan usai kejadian.

Baca juga: Teror ke Rumah DJ Donny Dimulai dari Bangkai Ayam hingga Bom Molotov

“Melaporkan kepada polisi sedang dipertimbangkan. Kondisi Iqbal dan anggota keluarga baik, tetapi mengalami sedikit shock karena teror ini,” kata Kepala Greenpeace Indonesia, Leonardo Simanjuntak.

Selain Iqbal dan DJ Donny, Sherly Annavita juga lebih dulu menerima teror bangkai ayam dan telur busuk.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Leonardo menduga, teror ini berhubungan dengan kritik yang diungkapkan Iqbal dan influencer lain tentang penanganan pemerintah atas bencana banjir bandang di Sumatera.

“Kami yakin teror ini berasal dari pihak-pihak yang tidak senang kebebasan sipil, kebebasan berekspresi, kebebasan pers tetap terjaga, termasuk dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan bencana Sumatera,” kata Leonardo.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gaji Dosen di Bawah UMR, P2G: Ajak Serukan Kesejahteraan Bersama
• 21 jam lalufajar.co.id
thumb
Danantara Targetkan Dana CSR BUMN Rp 1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatera
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Transformasi Layanan KemenImipas 2025: All Indonesia hingga Makkah Route
• 16 jam laludetik.com
thumb
Jadwal MotoGP 2026: Dua Rookie Tampil di 2026
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
BPJPH Sebut Serapan Anggaran 2025 Capai 99,2%, Beber Target Prabowo di 2026
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.