42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Bupati Aceh Tamiang menyampaikan kondisi darurat pascabanjir kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis secara daring.
  • Kebutuhan utama pascabencana meliputi 42.727 unit hunian tetap, bantuan pangan enam bulan, dan BLT Rp1 juta per KK.
  • Presiden Prabowo menyatakan pemerintah pusat akan menghitung ulang anggaran dan mengintegrasikan data bantuan agar tepat sasaran.

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan kondisi darurat pascabencana banjir kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan menekankan besarnya kebutuhan hunian dan tekanan ekonomi masyarakat yang masih berlangsung hingga akhir tahun.

Dalam rapat terbatas percepatan pemulihan pascabencana yang diikuti secara daring dari Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026), Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengajukan tiga permintaan utama kepada pemerintah pusat.

Armia memaparkan, berdasarkan pendataan pemerintah desa, sebanyak 37.888 unit rumah dilaporkan hilang dan 4.839 unit rumah mengalami rusak berat. Dengan demikian, total kebutuhan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak mencapai 42.727 unit.

"Terima kasih, kami sudah dibantu Danantara untuk hunian sementara sebanyak 600 unit dan nanti ada tambahan lagi untuk huntap dan lainnya," kata Armia.

Selain hunian, Armia menekankan pentingnya dukungan bantuan pangan untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat. Dengan jumlah penduduk mencapai 313.245 jiwa, pemerintah daerah telah menghitung kebutuhan bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula untuk enam bulan ke depan.

Ia menyebut kondisi ekonomi warga masih sangat berat, terlebih menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

"Pasti masyarakat kami kesulitan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.

Permintaan ketiga yang disampaikan adalah bantuan langsung tunai (BLT) bagi 111.570 kepala keluarga (KK). Armia berharap setiap keluarga dapat menerima bantuan sekitar Rp1 juta pada tahun ini guna meringankan beban ekonomi pascabencana.

"Kami akan buat surat resmi kepada menteri terkait untuk kebutuhan tersebut," katanya.

Baca Juga: Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir

Armia menutup laporannya dengan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan berharap percepatan pemulihan dapat segera mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang ke kondisi normal.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah pusat akan melakukan perhitungan ulang kebutuhan anggaran serta mengintegrasikannya dengan data yang ada agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

"Nanti kita hitung dan integrasikan dengan data semua supaya nanti tepat sasaran," kata Presiden.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo ke Bawahanya: Pemimpin Harus Siap Dihujat dan Difitnah 
• 5 jam lalurealita.co
thumb
PBB: Jakarta kota terbesar di dunia, geser Tokyo ke posisi tiga
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Dapur MBG Hidupkan Ekonomi Petani Pascabencana di Bener Meriah
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Wapres Gibran Targetkan Pembangunan Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN Rampung Desember 2027
• 11 jam lalumatamata.com
thumb
Jadwal Liverpool vs Leeds United: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.