Pantau - Arus balik di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai menggeliat pada H+6 Natal, Rabu (31 Desember 2025), seiring berakhirnya masa liburan dan didorong fleksibilitas kerja dengan skema Work From Anywhere (WFA).
Kendaraan Meningkat, Penumpang Turun TipisData PT ASDP Indonesia Ferry mencatat sebanyak 22.963 penumpang melintasi jalur Ketapang–Gilimanuk pada 31 Desember 2025, turun 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, jumlah kendaraan yang diseberangkan naik 8,4 persen, mencapai 7.698 unit.
Kenaikan paling signifikan tercatat pada kendaraan roda dua, yakni 3.760 unit atau naik 18,3 persen.
Sementara truk logistik mencapai 1.452 unit, naik 7,2 persen dari tahun sebelumnya.
Jumlah kendaraan pribadi juga mengalami peningkatan, meski tidak dirinci secara spesifik.
ASDP Terapkan Sistem Antrean dan TBB, Tidak Ada PenumpukanMeski terjadi lonjakan kendaraan, layanan penyeberangan tetap berjalan lancar tanpa antrean signifikan di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.
ASDP menerapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran arus balik, di antaranya:
Delaying system di buffer zone untuk mengatur antrean kendaraan
Skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal
Penempatan petugas lapangan tambahan
Koordinasi lintas instansi untuk mendukung kelancaran operasional
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat.
"Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat," ujarnya.
ASDP memastikan tetap dalam kondisi siaga penuh menghadapi potensi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada awal Januari 2026.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459910/original/046725100_1767180235-PHOTO-2025-12-31-14-59-36.jpg)