Meulaboh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan hingga saat ini pemerintah pusat mengirimkan bantuan logistik makanan dan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat menggunakan helikopter.
“Bantuan ini disalurkan melalui udara karena akses jalan ke kawasan Sikundo masih terputus dan masih dilakukan perbaikan,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal di Aceh Barat, Provinsi Aceh, Kamis.
Distribusi bantuan melalui udara, di antaranya berupa 125 kilogram beras, sembako paket BNPB 15 kotak, serta satu mesin genset.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat di kawasan Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang terisolasi akibat banjir bandang.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan 40 kepala keluarga (KK) di kawasan pedalaman di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen hingga saat ini masih terisolasi akibat banjir bandang, pekan lalu.
“Kondisi masyarakat komunitas adat terpencil Sikundo saat ini sangat memprihatinkan, mereka tidak bisa keluar dari desa karena akses jalan rusak parah dan telah berubah menjadi aliran sungai,” katanya.
Baca juga: Prabowo: Danantara koordinasi dengan BNPB, pemda saat bangun hunian
Ia mengatakan masyarakat kawasan tersebut hampir sepekan terisolasi, setelah jalan sepanjang lima kilometer hancur akibat banjir bandang.
“Badan jalan yang ada sudah menjadi sungai dan jembatan penghubung juga terputus, masyarakat di sana benar-benar terisolir dari dunia luar,” katanya.
Apabila mereka ingin keluar dari desa, katanya, hanya kepala desa dan dua masyarakat yang berani keluar menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer.
Selain berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa, katanya, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir karena semua akses ke kawasan komunitas adat itu putus total.
Selain itu, seratusan masyarakat kawasan tersebut saat ini kekurangan pasokan bahan makanan dan obat-obatan.
Ia mengatakan satu jembatan gantung yang dahulu dibangun setelah viral anak-anak sekolah menyeberangi sungai lewat kabel baja pada 2019, kini hanyut terbawa banjir.
“Saat ini, untuk menyeberangi sungai, tidak tersedia perahu atau sampan. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu,” katanya.
Tarmizi mengatakan akses menuju Sikundo harus dilalui dengan menerobos hutan menggunakan mobil 4x4 dikemudikan para sopir off-road yang andal.
Baca juga: Lima banjir bandang susulan terjadi di Maninjau Agam sepanjang Kamis
Baca juga: Bencana Senyar, tagihan hutang ekologis yang jatuh tempo
“Bantuan ini disalurkan melalui udara karena akses jalan ke kawasan Sikundo masih terputus dan masih dilakukan perbaikan,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal di Aceh Barat, Provinsi Aceh, Kamis.
Distribusi bantuan melalui udara, di antaranya berupa 125 kilogram beras, sembako paket BNPB 15 kotak, serta satu mesin genset.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat di kawasan Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang terisolasi akibat banjir bandang.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan 40 kepala keluarga (KK) di kawasan pedalaman di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen hingga saat ini masih terisolasi akibat banjir bandang, pekan lalu.
“Kondisi masyarakat komunitas adat terpencil Sikundo saat ini sangat memprihatinkan, mereka tidak bisa keluar dari desa karena akses jalan rusak parah dan telah berubah menjadi aliran sungai,” katanya.
Baca juga: Prabowo: Danantara koordinasi dengan BNPB, pemda saat bangun hunian
Ia mengatakan masyarakat kawasan tersebut hampir sepekan terisolasi, setelah jalan sepanjang lima kilometer hancur akibat banjir bandang.
“Badan jalan yang ada sudah menjadi sungai dan jembatan penghubung juga terputus, masyarakat di sana benar-benar terisolir dari dunia luar,” katanya.
Apabila mereka ingin keluar dari desa, katanya, hanya kepala desa dan dua masyarakat yang berani keluar menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer.
Selain berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa, katanya, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir karena semua akses ke kawasan komunitas adat itu putus total.
Selain itu, seratusan masyarakat kawasan tersebut saat ini kekurangan pasokan bahan makanan dan obat-obatan.
Ia mengatakan satu jembatan gantung yang dahulu dibangun setelah viral anak-anak sekolah menyeberangi sungai lewat kabel baja pada 2019, kini hanyut terbawa banjir.
“Saat ini, untuk menyeberangi sungai, tidak tersedia perahu atau sampan. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu,” katanya.
Tarmizi mengatakan akses menuju Sikundo harus dilalui dengan menerobos hutan menggunakan mobil 4x4 dikemudikan para sopir off-road yang andal.
Baca juga: Lima banjir bandang susulan terjadi di Maninjau Agam sepanjang Kamis
Baca juga: Bencana Senyar, tagihan hutang ekologis yang jatuh tempo




