REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Publik jagat maya digegerkan dengan sebuah potongan video beredar di media sosial yang memperlihatkan sekelompok orang melakukan doa dan zikir di kawasan pelataran Candi Prambanan. Rekaman tersebut diketahui diambil baru-baru ini dan langsung menyita perhatian warganet.
Dalam tayangan video itu, terlihat sejumlah pria duduk berderet di sisi bangunan Candi Prambanan sambil melantunkan zikir dan kalimat tayyibah. Aktivitas tersebut turut disaksikan oleh pengunjung lain yang berada di sekitar lokasi, bahkan beberapa di antaranya tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});Kemunculan video tersebut langsung memicu beragam reaksi warganet. Banyak pihak menilai bahwa kegiatan keagamaan yang dilakukan tidak sejalan dengan fungsi Candi Prambanan sebagai situs ibadah umat Hindu sekaligus destinasi wisata sejarah yang dilindungi negara. Warganet juga menekankan pentingnya menjaga nilai historis, budaya, dan kesakralan candi sesuai dengan latar belakang pendiriannya.
"Salah tempat itu orang.. itu kan tempat agama Hindu.. harusnya pergi ke mesjid," tulis salah satu warganet geram.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}"Ada ada saja gebrakannya," komentar warganet lain.
"Harus diusir. Jgn dibiarkan. Takutnya menjadi cultur," tulis lainnya.
Menanggapi beredarnya video tersebut, manajemen PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan penjelasan resmi kepada publik. "Kami mohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang muncul akibat peristiwa ini. Kami bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X akan meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia," kata Corporate Secretary InJourney Destination Management, Destantiana Nurina, dalam keterangan yang diterima Republika, Selasa (30/12/2025).
Destantiana menjelaskan peristiwa zikir itu terjadi pada Kamis (25/12/2025), lalu. Rombongan berjumlah 11 orang yang terekam dalam video diketahui berasal dari Semarang, Jawa Tengah, dan telah mendapat teguran langsung dari petugas di lapangan.
"Lokasi kejadiannya di sisi utara Candi Siwa. Saat itu Polisi Khusus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memberi peringatan kepada sekelompok orang yang melakukan zikir di Candi Prambanan," katanya.
Ia memastikan PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan agar selama berada di kawasan tersebut para wisatawan sesuai dengan norma, kaidah, serta nilai-nilai luhur cagar budaya bercorak Hindu terbesar di Indonesia itu. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan sekaligus memastikan kenyamanan seluruh pengunjung dari berbagai latar belakang. Destantiana menambahkan bahwa pengelola pada prinsipnya menghargai dan menghormati setiap bentuk ekspresi spiritual serta niat luhur masyarakat dalam menjalankan ibadah dan doa. Namun demikian, pengelola juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan nilai historis yang melekat pada Candi Prambanan sebagai warisan budaya dunia.
Pengelola pun mengimbau seluruh wisatawan untuk lebih memahami fungsi dan nilai sejarah Candi Prambanan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku selama berada di kawasan tersebut. "Kami mengajak seluruh wisatawan yang datang untuk menghormati keberadaan Candi Prambanan sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur di dalamnya," ujarnya.
"PT TWC berkomitmen untuk terus menjadikan Candi Prambanan sebagai pusat inspirasi dunia yang terbuka bagi semua, selama selaras dengan prinsip pelestarian dan pariwisata berkualitas," ungkap dia.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3202958/original/062911200_1596893908-Persijap_Jepara.jpg)


