Bisnis.com, JAKARTA — Pabrikan mobil listrik asal China, BYD Co. telah memenuhi target penjualan tahunan sepanjang 2025 dan berpeluang menyalip Tesla Inc. sebagai produsen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terbesar di dunia.
Chief Executive Officer BYD, Wang Chuanfu mengatakan capaian penjualan tersebut terjadi di tengah prospek pasar otomotif China yang diperkirakan semakin menantang pada tahun-tahun mendatang.
Adapun, BYD mencatatkan penjualan sekitar 4,6 juta unit sepanjang 2025, meningkat 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi tersebut sejalan dengan target yang telah ditetapkan manajemen, meskipun target tersebut sebelumnya telah direvisi ke level yang lebih rendah.
Kendati berhasil menutup tahun dengan kinerja positif, tekanan bagi produsen EV diperkirakan akan meningkat pada 2026. Pasalnya, pemerintah China mulai mengurangi sejumlah insentif yang selama ini menopang permintaan kendaraan listrik, sehingga berpotensi memengaruhi daya beli konsumen di pasar domestik.
Pada saat yang sama, intensitas persaingan di pasar domestik semakin tinggi seiring kehadiran berbagai model baru. Masuknya produk-produk dengan teknologi terbaru membuat pasar kendaraan listrik China kian padat dan kompetitif, memaksa produsen untuk terus berinovasi.
“BYD, sebagai produsen mobil terlaris di China, juga menghadapi tantangan dari para rival yang agresif. Misalnya, Geely Automobile Holdings Ltd. dan Xiaomi Corp. digadang-gadang sebagai pesaing kuat, bersiap meluncurkan berbagai model baru serta pengembangan teknologi yang berpotensi lebih menarik minat konsumen,” dikutipi dari Bloomberg pada Kamis (1/1/2026).
Baca Juga
- BYD & Vinfast Janji Tak Naikkan Harga Tahun Depan Meski Insentif EV Disetop
- Daftar 10 Importir Mobil Terbesar per November 2025, BYD Melesat 215%
- Produksi Mobil Listrik BYD Tembus 15 Juta Unit, Lampaui Tesla dan VW
Wang Chuanfu, mengakui bahwa keunggulan teknologi perusahaan yang sempat dominan dalam beberapa tahun terakhir mulai tergerus. Melalui pertemuan dengan investor pada awal Desember 2025, Wang menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak terhadap kinerja penjualan BYD di pasar domestik.
Meskipun demikian, Wang mengisyaratkan adanya terobosan teknologi baru yang tengah disiapkan perusahaan. Dengan dukungan sekitar 120.000 tenaga teknik dan riset, manajemen optimistis BYD mampu merebut kembali keunggulan kompetitifnya di tengah persaingan yang semakin ketat.
Di sisi lain, kinerja penjualan di pasar luar negeri menjadi salah satu titik terang bagi BYD. Sepanjang 2025, pengiriman kendaraan di pasar internasional tercatat mencapai sekitar 1,05 juta unit, mencerminkan ekspansi global yang terus berlanjut.
Namun demikian, hambatan perdagangan dan regulasi di sejumlah negara memang masih menjadi tantangan bagi perusahaan. BYD tetap menempatkan pasar internasional sebagai pilar pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Mengacu pada laporan Citigroup Inc. yang dirilis pada November 2025 lalu, manajemen BYD menargetkan peningkatan penjualan luar negeri menjadi sekitar 1,5 juta hingga 1,6 juta unit pada 2026. Target tersebut mencerminkan strategi perusahaan untuk mengimbangi potensi perlambatan di pasar domestik dengan memperkuat penetrasi global.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460043/original/048597900_1767202917-Prabowo_Tahun_Baru_di_Tapsel.jpg)



