Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada perdagangan di Rabu (31/12). Hal ini terjadi seiring pergerakan pasar global yang serupa dan aktivitas perdagangan yang tipis pada akhir tahun dari 2025.
Dilansir dari Reuters, Jumat (2/1), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,63% ke 48.063,29. Indeks S&P 500 melemah 0,74% ke 6.845,50. Sementara Nasdaq Composite turun 0,76% ke 23.241,99.
Baca Juga: Jual Habis Saham Exspan Petrogas Intranusa, MEDC Raup Rp24,17 Miliar
Ketiga indeks utama mengakhiri sesi dalam zona merah, namun tetap menutup tahun dengan kenaikan tahunan dua digit yang solid.
“Ini adalah tahun yang cukup melelahkan jika dilihat ke belakang, dan perang tarif terasa seperti sudah terjadi sangat lama,” kata Kepala Investasi Horizon, Scott Ladner.
Ia menambahkan bahwa sulit menemukan kelas aset yang berkinerja buruk sepanjang tahun, kecuali dolar.
Pergerakan moderat pada sesi kali ini menutup tahun yang penuh volatilitas, ditandai dengan ketegangan geopolitik, ancaman tarif yang datang dan pergi, pelemahan dolar, serta euforia berkelanjutan seputar perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Menurut Ladner, fokus investor ke depan akan bergeser dari pembangunan teknologi akal imitasi menuju pemanfaatannya secara luas dalam perekonomian.
“Dua tahun ke depan akan sangat ditentukan oleh bagaimana kemampuan akal imitasi menyebar ke seluruh ekonomi,” ujarnya.
Memasuki tahun mendatang, perhatian investor akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). Hal ini terjadi seiring kembalinya aliran data ekonomi ke kondisi normal setelah penutupan pemerintahan federal terpanjang dalam sejarah AS.
Baca Juga: Asing Jualan Rp937,79 Miliar di Akhir 2025, Saham-saham Ini Jadi Korbannya
Pasar juga bersiap menghadapi perubahan kepemimpinan dalam bank sentral yang diperkirakan akan lebih dovish menyusul penggantian sosok dari Jerome Powell.




