Bisnis.com, PEKANBARU — Pemerintah Kota Pekanbaru melaporkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil menembus Rp1,17 triliun, meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp800 miliar.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan capaian tersebut diraih di tengah tantangan berat berupa pemotongan dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai lebih dari Rp433 miliar sepanjang 2025.
Menurutnya, kondisi keterbatasan anggaran justru mendorong Pemkot Pekanbaru untuk lebih kreatif dan disiplin dalam mengelola keuangan daerah.
“Keberhasilan strategi ini terlihat dari lonjakan PAD yang sangat signifikan, dari Rp800 miliar menjadi Rp1,17 triliun pada akhir 2025,” ujar Agung, Kamis (1/1/2026).
Dia menegaskan bahwa peningkatan PAD tersebut membuat Pemkot Pekanbaru tetap mampu membayarkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) serta gaji ke-14 bagi seluruh pegawai secara penuh, di saat sejumlah daerah lain harus melakukan penyesuaian akibat tekanan fiskal.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penertiban reklame liar. Pemkot Pekanbaru memangkas ratusan tiang baliho yang tidak memiliki izin resmi. Kebijakan tegas ini berdampak langsung terhadap kepatuhan wajib pajak reklame.
Baca Juga
- Pekanbaru Terapkan Parkir Gratis di Alfamart & Indomaret Mulai 1 Januari 2026
- Rute Penerbangan Pekanbaru-Gunungsitoli Selalu Penuh, Bandara SSK II Dorong Jadi Reguler
“Setelah penertiban, justru banyak pengusaha datang sendiri mengurus izin dan membayar pajak reklame. Ini menjadi salah satu pengungkit PAD,” jelasnya.
Selain itu, Agung juga mengambil kebijakan menurunkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sebelumnya sempat naik hingga 300%. Dengan mengembalikan tarif ke level awal, partisipasi masyarakat dalam membayar PBB meningkat signifikan.
“Tahun ini kita turunkan lagi PBB seperti sebelumnya. Akhirnya masyarakat mau bayar, pembangunan tercapai, dan PAD meningkat,” kata Agung.
Dari sisi belanja, kenaikan PAD langsung dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Sepanjang 2025, Pemkot Pekanbaru berhasil memperbaiki jalan sepanjang 42 kilometer, melampaui target awal 20 kilometer.
“Tahun 2025 ini 42 kilometer lebih jalan mulus. Tahun depan di 2026 target kita 60 kilometer,” ungkap Agung.
Selain jalan, Pemkot juga menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk pembenahan drainase di seluruh wilayah Kota Pekanbaru guna mengatasi persoalan banjir.
Efisiensi anggaran juga dilakukan melalui pengetatan perjalanan dinas. Seluruh pengajuan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), mulai dari eselon II hingga staf, wajib mendapatkan persetujuan langsung dari Wali Kota.
“Dengan cara ini, perjalanan dinas berkurang dan anggarannya bisa dialihkan untuk pelayanan masyarakat, bangun jalan, dan drainase,” jelasnya.
Di akhir paparannya, Agung mengapresiasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Ia juga memastikan hampir seluruh kewajiban tunda bayar kepada pihak ketiga telah diselesaikan guna menjaga kepercayaan dan stabilitas ekonomi daerah.





