Saham Bursa Eropa ditutup melemah tipis pada hari terakhir perdagangan tahun lalu di Rabu (31/12). Meski demikian, ia mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 2021.
Dilansir Jumat (2/1), Indeks Stoxx 600 turun 0,1% ke 592,19. Meski demikian, indeks acuan kawasan tersebut membukukan kenaikan tahunan sebesar 16,66%. Kenaikan itu didorong oleh penurunan suku bunga, stimulus fiskal serta rotasi investor dari saham teknologi di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Mayoritas Tutup, Saham Bursa Asia Lesu Saat Akhir Tahun 2025
Sektor perbankan dan pertahanan menjadi pemenang utama dalam reli pasar euro tahun ini. Saham perbankan mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1997. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan aktivitas transaksi, iklim regulasi yang lebih ramah serta kondisi ekonomi yang relatif stabil.
Sementara itu, saham sektor pertahanan juga mencetak serangkaian rekor tertinggi baru sepanjang 2025. Kenaikan sektor ini didorong oleh komitmen negara-negara kawasan euro untuk meningkatkan belanja militer di tengah ketidakpastian geopolitik.
Investor semakin memperluas alokasi portofolio dengan memburu valuasi yang lebih menarik di Eropa. Ketidakpastian kebijakan perdagangan serta sinyal ekonomi global yang tidak merata mendorong strategi diversifikasi tersebut.
“Saya pikir pelemahan dolar dan volatilitas politik telah mendorong investor mencari nilai di pasar lain dan melakukan diversifikasi dari risiko terkait kecerdasan buatan, yang pada akhirnya menguntungkan pasar dari Eropa,” kata Kepala Analis Keuangan AJ Bell, Danni Hewson.
Ia menambahkan bahwa pemulihan pasar kawasan euro berpotensi berlanjut ke 2026. Namun hal tersebut akan diikuti volatilitas yang tinggi.
Baca Juga: BACA hingga EMAS, 6 Saham Ini Masuk Radar UMA
Adapun aktivitas perdagangan terpantau sepi menjelang libur dari Tahun Baru. Bursa Jerman, Italia dan Swiss tutup. Sementara Prancis, Spanyol dan Inggris beroperasi dengan jam perdagangan yang dipersingkat.





