JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan parkir liar di kawasan Monumen Nasional (Monas) kembali mengemuka saat libur Tahun Baru 2026, Kamis (1/1/2025).
Sepanjang sisi kiri bahu Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, menjadi tempat parkir mobil pengunjung Monas.
Pantauan Kompas.com di lokasi kendaraan diparkir memanjang, rapat satu sama lain, sampai memakan sebagian badan jalan.
Baca juga: Terpaksa Parkir Liar di Monas, Pengunjung: Udah 4 Kali Muter, Penuh Terus
Dari empat lajur yang tersedia, dua di antaranya terpakai untuk parkir.
Akibatnya, ruang jalan yang tersisa menjadi sempit dan arus lalu lintas tersendat hingga macet karena kendaraan yang melintas menuju Gambir harus bergantian melaju.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=parkir liar, kawasan monas, parkir liar monas, Juru parkir liar, wrap up, lahan parkir terbatas&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8wNjIzNTMxMS9wYXJraXItbGlhci1kaS1tb25hcy10YWsta3VuanVuZy10dW50YXM=&q=Parkir Liar di Monas Tak Kunjung Tuntas§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Di tengah kondisi itu, terlihat beberapa juru parkir (jukir) liar yang tengah melambai-lambaikan tangan sambil menawarkan tempat parkir.
Mereka mematok tarif hingga Rp 25.000 kepada pengendara dan meminta pembayaran di muka.
"Dua lima aja (Rp25.000) kak, bayar langsung," ujar salah satu jukir liar, Kamis.
Baca juga: Jalan Medan Merdeka Penuh Mobil Parkir, UPK Monas: Bukan Parkir Resmi
Saat ditawar Rp20.000, juru parkir tersebut tetap bersikeras mempertahankan tarif yang dipatok.
"Di depan bisa lebih itu Rp35.000-an kak," kata dia.
Pengunjung ungkap sulitnya cari parkir di MonasSalah seorang pengunjung Monas bernama Angga Rukmana (44) mengaku telah berputar hingga empat kali untuk mencari lahan parkir di IRTI Monas.
Namun, setiap kali sampai di pintu masuk parkir, ia mendapati plang bertuliskan “Parkir Penuh”.
“Saya sudah ada kali empat kali muter balik, pas sampai sini (pintu masuk parkir) plangnya enggak dipindah-pindah. Udah penuh lah, mobil udah enggak cukup lah,” ucap Angga saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis.
Ia menyayangkan kawasan Monas yang luas dan menjadi obyek wisata utama ibu kota tidak menyediakan lahan parkir memadai.
“Tempat bersejarah apalagi yang datang itu kan orang-orangnya dari luar daerah, sediakan lahan parkir yang banyak,” kata Angga.
Baca juga: Kaleidoskop 2025: Parkir Liar Menjamur di Jakarta
“Jangan disalahin kalau ada orang yang parkir di bahu jalan, apalagi ini musim liburan, anak-anak sekolah pada libur mereka (pengelola) harusnya sudah antisipasi,” lanjut dia.
Hal serupa diungkapkan pengunjung lain, Ruly Magri (44). Menurut Ruly, tidak ada pilihan lain selain parkir di bahu jalan ketika parkiran resmi sudah penuh sesak.
“Saya yakin pasti yang parkir di jalanan gini juga maunya di tempat resmi. Kalau lagi liburan orang pada royal, parkir mahal juga dijabanin,” ujar Ruly.
Ruly menceritakan pengalamannya mencari lahan parkir di sekitar Monas.





