KOMPAS.TV – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menduga wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) cenderung mengarah kepada kepentingan jangka panjang dan konsolidasi kekuasaan.
Ia menyampaikan pendapat tersebut dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Kamis (1/1/2026), menjawab pertanyaan tentang apakah menurutnya wacana itu murni bertujuan untuk efisiensi atau ada kepentingan jangka panjang seperti Pemilu 2029.
“Kalau saya, lebih cenderung kepada kepentingan jangka panjang ya, konsolidasi kekuasaan. Apalagi ketuanya Bung Doli (Ahmad Doli Kurnia) ini kan pernah ngomong koalisi permanen,” kata dia.
Baca Juga: Awali Tahun 2026, Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana | SAPA MALAM
“Ini kan kelihatan dari satu sisi ada upaya untuk mempertahankan kekuasaan jangka panjang,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan pendapatnya tentang anggaran yang dinilai sangat besar untuk pelaksanaan pilkada. Menurutnya, ada solusi untuk anggaran penyelenggaraan, yakni dengan menggabung pelaksanaan pilkada dengan pemilihan umum lain.
“Tadi saya sudah sampaikan, ini bisa digabung dengan pemilu lain, apakah dengan pemilu DPRD sebagaimana diputuskan MK. Atau digabung dengan pilpres. Jadi penyelenggaraaan di hari yang sama, lalu yang membedakan cuma surat suara,” ucapnya.
“Lalu ada cara memilih tadi, apakah dengan e voting. Jadi soal itu saya rasa tidak terlalu masalah, termasuk di pihak pasangan calon.”
Deddy kemudian mencontohkan jika penyelenggara pemilu membuatkan akun setiap kontestan pilkada untuk pelaporan dana kampanye.
“Lalu setiap dia membuat kegiatan disampaikan, lalu diekseskusi, maka soal biaya ini dibatasi maximum spending, begitu lho, sehingga tidak ada yang jor-joran main money politics.”
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- deddy sitorus
- pdip
- partai demokrasi indonesia perjuangan
- pilkada melalui dprd
- pilkada lewat dprd




