Jakarta: Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, diupayakan selesai tepat waktu. Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan komitmen perusahaan.
Ia menegaskan bahwa progres pembangunan hunian sementara terus didorong agar segera dapat ditempati. Yakni, dengan memastikan hunian yang dibangun memenuhi aspek kelayakan, keamanan dan kenyamanan.
“Dalam kondisi darurat, kecepatan menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, Adhi Karya menjalankan mandat negara dengan bekerja cepat, tepat, dan bertanggung jawab," kata Moeharmein dikutip dari Antara, Jumat, 2 Januari 2026.
Menurut Moeharmein, pemastian dilakukan lewat pembangunan nonstop. Pembangunan tersebut berfokus pada hunian sementara di Aceh Tamiang.
"Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I berhasil diselesaikan dan akan terus dikejar penyelesaiannya untuk tahap selanjutnya,” ujar Moeharmein.
Baca Juga :Presiden Usul Atap Huntara Diberi Pelapis Agar Tak Panas
Moeharmein menjelaskan pembangunan huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas lingkungan hunian agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Pembangunan huntara. Foto: Antara
Ia menyampaikan kawasan huntara dirancang secara fungsional dengan dilengkapi fasilitas pendukung, mulai dari fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak, guna mendukung proses pemulihan sosial masyarakat terdampak.
Selain pembangunan Huntara, Adhi Karya juga berkontribusi dalam pemulihan pascabanjir melalui penyelesaian pembangunan jembatan darurat Krueng Tingkeum yang kini telah beroperasi, penanganan sampah dan sanitasi, rehabilitasi instalasi pengelolaan air, serta pembersihan lumpur sisa banjir.
Pembangunan Huntara sendiri merupakan inisiatif Danantara yang dijalankan melalui kolaborasi strategis bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Holding Perkebunan Nusantara (PTPN), dan BUMN Karya.
Program ini menjadi wujud sinergi terpadu untuk memastikan masyarakat terdampak banjir kembali memiliki tempat tinggal sementara yang aman dan layak selama masa pemulihan.




