Penanganan pascabencana banjir bandang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama TNI, BNPB, dan masyarakat.
IDXChannel - Penanganan pascabencana banjir bandang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama TNI, BNPB, dan masyarakat.
“Sebanyak 70 personel gabungan dengan dukungan enam unit excavator kami kerahkan untuk membuka kembali akses jalan, jalur menuju rumah warga, serta membersihkan fasilitas sekolah,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan dalam keterangan pers Jumat (2/1/2025).
Di Desa Geudumbak, sekitar 2,2 hektare tumpukan kayu yang menutup akses jalan dan permukiman warga telah berhasil dibersihkan. Pembersihan juga dilakukan di SD Negeri 2 Langkahan serta Dayah Darul Aman di Desa Tanjung Dalam.
Sementara itu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kemenhut melanjutkan penanganan pascabencana di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menyebut pemilahan kayu bencana dan pembersihan fasilitas umum terus dilakukan secara terpadu.
“Hingga 30 Desember, pemilahan kayu di Sungai Garoga telah diselesaikan di 10 titik, disertai pembersihan permukiman, balai desa, pasar, dan rumah ibadah bersama lintas instansi,” kata Novita.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga terus mempercepat penanganan pascabencana banjir bandang di Aceh Utara dan Sumatera Utara dengan fokus pada pemulihan akses warga, fasilitas pendidikan, dan layanan publik.
Dia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana melalui sinergi lintas sektor di daerah.
(kunthi fahmar sandy)





