MerahPutih.com - Arus balik Natal dan Tahun Baru 2026 penumpang kereta api ke wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai terlihat.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat, pada 1 Januari 2026, penumpang KA jarak jauh dan lokal yang sampai ke Jakarta mencapai 42.478 pelanggan.
Mereka tiba di beberapa stasiun yang dikelola KAI Daop 1 seperti Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Jatinegara.
"Khusus KA jarak jauh, jumlah penumpang turun 36.497 pelanggan,' kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Jumat (2/2).
Baca juga:
Okupansi Penjualan Tiket Kereta Jarak Jauh di Atas 100 Persen saat Nataru 2026, KAI: Satu Tempat Duduk Bisa Digunakan 2 Orang
Rincian di stasiun utama antara lain Stasiun Pasar Senen dengan 13.487 penumpang turun. Kemudian, Stasiun Gambir turun 9.524 turun, Stasiun Bekasi 5.638 turun, serta Stasiun Jatinegara 3.882 turun.
Secara kumulatif selama periode 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, jumlah penumpang yang turun 644.422 pelanggan.
"Di Stasiun Pasar Senen tercatat 198.106 turun, sedangkan Stasiun Gambir 168.251 turun,' jelas Franoto.
Sementara untuk layanan KA lokal Pangrango dan Siliwangi, pada 1 Januari 2026 tercatat 5.929 penumpang naik dan 5.981 penumpang turun. Secara kumulatif selama periode 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
"Jumlah penumpang KA lokal tersebut mencapai 134.571 naik dan 86.525 turun,' sebut Franoto.
Baca juga:
KAI Catat Lonjakan Penumpang Nataru 2026: Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 112 Persen, Hampir 3,8 Juta Tiket Terjual
Pada masa angkutan ini, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 84 perjalanan KA jarak jauh atau intercity, terdiri dari 68 KA reguler dan 16 KA tambahan.
Berdasarkan jumlah tersebut, Stasiun Gambir melayani total 45 KA (34 reguler dan 11 tambahan), sementara Stasiun Pasar Senen melayani 39 KA (34 reguler dan 5 tambahan). Selain itu, sebanyak delapan perjalanan KA lokal melayani relasi Bogor Paledang–Sukabumi.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk mengalokasikan waktu kedatangan di stasiun dengan baik agar tidak tertinggal kereta.
"Termasuk memastikan jadwal dan identitas perjalanan sesuai tiket, membawa barang sesuai ketentuan dimensi, menjaga barang bawaan serta anak-anak, dan memanfaatkan layanan boarding face recognition untuk mempercepat proses boarding,' tutup Franoto yang juga mantan Manajer Humas DAOP 4 Semarang ini. (knu)



