JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menilai pemerintah perlu segera menyusun sitem peringatan dini banjir bandang.
Sistem peringatan dini disebutnya dibutuhkan di daerah rawan bencana.
Menurut Dwikorita, sistem peringatan dini banjir bandang berbeda dari sistem peringatan dini yang selama ini dimiliki BMKG.
Pasalnya, sistem BMKG disebut sebatas memberi peringatan dini cuaca, seperti potensi hujan lebat dan gelombang tinggi.
"Yang dibutuhkan adalah lebih detail dari itu, jadi kira-kira kapan banjir bandang itu akan mengalir, lewat mana, sejauh apa, setinggi apa," kata Dwikorita dalam program "Sapa Indonesia Pagi" KompasTV, Senin (1/1/2026).
"Sistem itu mestinya segera dibangun dan saya yakin Kementerian PUPR sudah biasa membangun hal semacam itu di wilayah-wilayah Indonesia," tuturnya.
Baca Juga: BNPB Catat 380.360 Orang Masih Mengungsi akibat Bencana Sumatera, Terbanyak di Aceh
Perempuan yang pernah menjabat sebagai rektor UGM periode 2014-2017 itu menegaskan, mitigasi banjir bandang perlu diperkuat.
Terlebih lagi, banjir bandang adalah fenomena yang memiliki periode ulang.
Dwikorita mengingatkan risiko banjir bandang usai bencana di Sumatera. Pasalnya, banjir pada akhir November lalu disebut meninggalkan endapan dan sedimen yang bisa memicu banjir susulan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- banjir sumatera
- peringatan dini banjir bandang
- dwikorita karnawati
- sistem peringatan dini
- banjir bandang

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452181/original/009867600_1766389152-1000118591.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459910/original/046725100_1767180235-PHOTO-2025-12-31-14-59-36.jpg)

