Presiden Prabowo meminta tim di lapangan memaksimalkan pemanfaatan bahan lokal dalam pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana. Penggunaan material setempat dinilai dapat menekan biaya sekaligus menjaga fungsi dasar hunian, termasuk kenyamanan suhu bagi penghuni.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Rumah Hunian Sementara Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Ia menilai solusi pembangunan hunian tidak harus mahal selama fungsional dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal. Solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal. Apa itu anyaman atau apa, dari ijuk atau dari apa dilapisi di bawahnya seng, tidak perlu bahan mahal,” ujar Presiden.
Ia menambahkan, pendekatan sederhana berbasis material lokal dapat menjadi pilihan efektif di lapangan.
“Hal-hal yang sangat sederhana mungkin ya, mungkin cukup dengan bahan tekstil ditutup di bawahnya seng, jadi hal-hal semacam itu. Nanti kreativitas dari orang-orang lapangan,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan pemerintah pusat dan daerah tetap fokus meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penanganan dilakukan secara serius meskipun status bencana tidak ditetapkan sebagai Bencana Nasional.
“Sebagai bangsa, sebagai negara, kita mampu menghadapi. Kita tidak perlu menyatakan ‘Bencana Nasional’. Tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini. Dua sedang di Aceh Utara, sepuluh menteri sedang di Aceh sekarang. Ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain,” ujarnya.
Presiden juga menyampaikan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran pemulihan untuk tiga provinsi terdampak. Pemerintah, menurutnya, tetap membuka ruang bantuan dari pihak lain sepanjang mekanisme dan prosedurnya jelas serta dilandasi itikad baik.
“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas. Dan harus ikhlas, karena kita mengalami, pernah dibantu-bantu akhirnya ujungnya ada juga yang menagih. Tapi kita harus berpikir positif. Yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di mana pun itu tujuan kita,” sambungnya.
Prioritaskan Korban Rumah Rusak BeratHunian sementara diprioritaskan bagi warga dengan kategori rumah rusak berat. Data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, total rumah rusak berat akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 47.149 unit.
Sebanyak 29.542 unit atau sekitar 62,7 persen ditangani melalui pembangunan hunian sementara. Sementara itu, 17.057 unit lainnya dibantu melalui skema uang pengganti atau dana tunggu hunian dari pemerintah.
Pemerintah memastikan percepatan pembangunan hunian sementara dan penyaluran bantuan terus dilakukan agar masyarakat terdampak segera menempati tempat tinggal layak sembari menunggu proses pemulihan jangka panjang.




