ACEH TAMIANG, KOMPAS.TV - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Setia Aceh Tamiang Andika Putra mengungkapkan kondisi layanan kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya pascabanjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025 lalu.
Ia pun membeberkan sejumlah fasilitas di RSUD Muda Setia Aceh Tamiang yang belum bisa beroperasi optimal pascabencana.
"Yang belum berjalan optimal ICU (intensive care unit), radiologi, kemudian unit pengelolaan darah. Itu bagian-bagian penting untuk menunjang seluruh pelayanan, kemudian laundry, dapur gizi, sementara kami alihkan ke dapur sementara," kata Andika dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (2/1/2026).
"Kemudian yang penting juga adalah pembersihan saluran-saluran drainase, yang mana itu juga menjadi bagian penting dari penunjang pelayanan."
Baca Juga: Bupati Aceh Tamiang Sampaikan 3 Permintaan ke Prabowo: 42 Ribu Huntap hingga BLT
Andika mengatakan di Aceh Tamiang saat ini masih dilakukan pembersihan masif pascabencana. Adapun di area sekitar rumah sakit, kata dia, sudah bersih.
Untuk aliran listrik di rumah sakit, Andika menyebut saat ini kondisinya sudah stabil. Meski demikian, sesekali masih terjadi mati listrik.
Untungnya, RSUD Muda Setia Aceh Tamiang mempunyai genset yang cukup untuk digunakan ketika listrik padam.
Sementara pasokan air bersih, Andika mengatakan, air dari PDAM sudah mulai masuk, tetapi masih terdapat gangguan pada salurannya, sehingga air yang mengalir kecil.
"Mungkin karena banyak lumpur atau kotoran atau angin, jadi mau segera di-flush, dibersihkan salurannya semuanya supaya airnya bisa mengalir optimal. Saat ini, di depan itu mengalir tapi kecil, mungkin perlu optimalisasi," ujarnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- aceh tamiang
- rsud muda setia aceh tamiang
- bencana
- bnpb
- drainase
- air bersih





