Guardiola Keluhkan Strikernya Mandul, Pelatih Sunderland Bilang Timnya Memang Main Bagus

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SUNDERLAND—Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, berbicara kepada Sky Sports mengenai hasil imbang 0-0 dengan Sunderland.

Menurutnya, mereka bermain bagus. Meski begitu, Guardiola mengeluhkan penyelesaian akhir anak asuhnya.

“Bagus. Raih satu poin. Babak kedua sangat bagus. Kami melewatkan peluang. Kami tidak bisa mencetak gol di kotak enam yard,” katanya.

“Berapa kali kami berada di kotak enam yard melawan kiper atau kiper lawan dan tidak bisa mencetak gol. Tentu saja, ancaman yang mereka miliki sangat bagus. Sangat senang dengan penampilan kami, terutama di babak kedua,” lanjutnya.

“Kami menciptakan banyak peluang melawan tim itu di stadion ini, terutama di babak kedua. Di babak pertama, kami kesulitan karena kami kesulitan menghadapi tekanan mereka, tetapi Rodri memberi kami umpan kedua, untuk menembus lini pertahanan, dan kami bisa berlari. Babak kedua jauh lebih baik,” jelasnya.

Guardiola mengaku tak terkejut dengan hasil ini. “Mereka sangat kuat secara fisik, jadi itu bukan hal yang mengejutkan. Kami raih satu poin. [Ini] perjalanan yang panjang. Hasilnya selalu seperti itu,” tandasnya.

Manajer Sunderland, Regis Le Bris, berbicara kepada BBC MOTD sementara itu memuji anak asuhnya.

“Itu pertandingan yang bagus. Melawan lawan yang sangat kuat, salah satu yang terbaik di Eropa. Penting untuk bertahan dengan baik. Kami menunjukkan bahwa kami bisa bertahan tinggi, ketika mereka sedikit lebih maju dengan kualitas mereka, kami harus mengatur bola di sepertiga akhir lapangan. Mereka menciptakan banyak peluang tetapi karakter mereka bagus. Bahkan ketika kami berada di tepi lapangan, kami memiliki satu kaki, satu kepala, sesuatu untuk melindungi bola,” ujarnya.

“Penting untuk menghindari tekanan balik mereka, mereka sangat bagus beberapa minggu yang lalu di Etihad dan mustahil untuk menghindari tekanan balik mereka. Kami melakukannya dengan baik hari ini. Kami berkembang dan belajar dari berbagai pengalaman,” lanjutnya.

“Ini soal pengalaman, standar di tim kami tinggi. Mereka ingin menjadi lebih baik. Jika Anda tetap di level yang sama, liga berjalan sangat cepat sehingga Anda akan selesai. Mereka masih ambisius,” tegasnya. (amr)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gunung Semeru Meletus Lagi di Awal 2026, Kolom Abu Setinggi 600 Meter
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Percepat Pemulihan Pascabencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Usai Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Viral Curahan Hati Mahasiswa Unima Beberkan Tabiat Oknum Dosen Lewat Surat
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Melebihi Prediksi, Kunjungan ke Ragunan Tembus 113 Ribu di Awal 2026
• 21 jam laludisway.id
thumb
Mathius Fakhiri Bantah Isu Pembukaan Kebun Sawit di Papua, Lahan Akan Ditanami Kakao
• 13 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.