Depresi Perang Rusia-Ukraina, WN Rusia di Bali Bunuh Diri: Taruh Duit Rp 60 Juta

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id.

Warga negara (WN) Rusia berinisial VG (perempuan, 50 tahun) ditemukan tewas gantung diri di sebuah garasi rumah di Jalan Muding Indah, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (1/1) pukul 10.00 WITA.

VG diduga bunuh diri akibat depresi terkait perang Rusia-Ukraina. Dugaan tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan polisi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi menemukan surat wasiat yang ditulis VG mengenai dampak perang terhadap kehidupannya. Selain itu, pemilik rumah sempat menemani VG ke rumah sakit untuk menjalani perawatan depresi pascaperang Rusia-Ukraina.

VG juga diketahui jarang keluar rumah.

“Sehingga dapat dipastikan korban meninggal dunia karena bunuh diri yang diduga mengalami depresi, diperkuat dengan keterangan saksi dan surat wasiat yang ditinggalkan korban di ruang tamu,” kata Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (2/1).

VG pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART) berinisial NWL (perempuan, 50 tahun). NWL kemudian memberi tahu kondisi VG kepada pemilik rumah, yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke pihak kepolisian.

Selain surat wasiat, polisi juga menemukan uang tunai sebesar Rp 60 juta, 5 dolar AS, 2 dolar Singapura, dan 4.400 baht, serta identitas diri milik VG.

Jenazah VG telah dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar. Polisi saat ini berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Rusia untuk menghubungi pihak keluarga VG.

Surat Wasiat

Berikut beberapa isi surat wasiat VG yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

1. Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.

2. Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia.

3. Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, mungkin ke panti asuhan.

4. Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini, di Bali. Saya ingin abu jenazah saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan Rp 60 juta untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur.

5. Tolong beri tahu saudara saya. Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
H-2 Puncak Arus Balik Libur Nataru, 46 Ribu Penumpang KA Siap Serbu Jakarta
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Menhub pastikan kesiapan arus balik Natal-tahun baru di Yogyakarta
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Puji Kreativitas Bangun Rumah Korban Banjir: Tekstil Lapisi Seng
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Analisis ‘Intel’ Netizen: Pelaku Teror DJ Donny Diduga Ada Kaitan dengan Ketua Termul Firdaus Oiwobo
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Bergabungnya Indonesia dengan BRICS: Apakah ini Counter Politik Bebas Aktif?
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.