Wamena (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI melalui Balai Taman Nasional Lorentz menyebut luas Taman Nasional Lorentz di 10 kabupaten di tiga provinsi di Papua mencapai 2,4 juta hektare
Kepala Balai Taman Nasional Lorentz, Manuel Mirino di Wamena, Jumat, mengatakan Taman Nasional Lorentz bentangannya meliputi 10 kabupaten yang tersebar di tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Baca juga: Kemenhut pastikan pengawasan Taman Nasional Lorentz berjalan baik
“Luas Taman Nasional Lorentz mencapai 2,4 juta hektare yang meliputi 10 kabupaten dari tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Pengawasan yang dilakukan sangat luas dan kami tidak dapat bekerja sendiri melainkan dengan dukungan masyarakat setempat,” katanya.
Menurut dia, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Balai Taman Nasional Lorentz hanya di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang meliputi tiga daerah, yakni Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan yang terdapat di 10 kabupaten.
“Jadi, dalam aturan pengawasan, kami hanya bertugas menjaga seluruh kekayaan alam yang berada di dalam Kawasan Nasional Lorentz, sementara yang di luar bukan menjadi wewenang kami,” ujarnya.
Dia menjelaskan wisatawan yang biasa berkunjung ke Taman Nasional Lorentz di kelompokkan dalam wisata minat khusus.
“Contohnya, kalau di Wamena wisata minat khusus biasanya wisatawan berkunjung ke Puncak Trikora, salah satu gunung tertinggi di Kabupaten Jayawijaya. Namun, dengan situasi dan kondisi yang ada, wisata minat khusus ini belum dapat diatur baik,” katanya.
Dia memastikan pengawasan Taman Nasional Lorentz sejauh ini berjalan baik untuk memelihara dan melindungi sumber daya alam (SDA) yang berada di dalamnya.
“Pengawasan Taman Nasional Lorentz yang kami lakukan, di antaranya pengamanan, pemanfaatan dan pengawasan kawasan yang secara rutin kami lakukan dalam melindungi kekayaan SDA di dalamnya,” ujarnya.
Baca juga: 3.000 hektare hutan Taman Lorentz rusak
Baca juga: Freeport bersihkan 600 kilogram sampah di jalur pendakian Carstensz
Dia menambahkan khusus untuk pengawasan secara keamanan tidak dilakukan secara aktif atau strong, tetapi lebih kepada preventif.
“Cara pendekatan yang kami lakukan dalam pola pengawasan bagaimana menjaga komunikasi, koordinasi dengan masyarakat yang baik serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz dalam hal perlindungan,” katanya.
Kepala Balai Taman Nasional Lorentz, Manuel Mirino di Wamena, Jumat, mengatakan Taman Nasional Lorentz bentangannya meliputi 10 kabupaten yang tersebar di tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Baca juga: Kemenhut pastikan pengawasan Taman Nasional Lorentz berjalan baik
“Luas Taman Nasional Lorentz mencapai 2,4 juta hektare yang meliputi 10 kabupaten dari tiga provinsi, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Pengawasan yang dilakukan sangat luas dan kami tidak dapat bekerja sendiri melainkan dengan dukungan masyarakat setempat,” katanya.
Menurut dia, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Balai Taman Nasional Lorentz hanya di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang meliputi tiga daerah, yakni Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan yang terdapat di 10 kabupaten.
“Jadi, dalam aturan pengawasan, kami hanya bertugas menjaga seluruh kekayaan alam yang berada di dalam Kawasan Nasional Lorentz, sementara yang di luar bukan menjadi wewenang kami,” ujarnya.
Dia menjelaskan wisatawan yang biasa berkunjung ke Taman Nasional Lorentz di kelompokkan dalam wisata minat khusus.
“Contohnya, kalau di Wamena wisata minat khusus biasanya wisatawan berkunjung ke Puncak Trikora, salah satu gunung tertinggi di Kabupaten Jayawijaya. Namun, dengan situasi dan kondisi yang ada, wisata minat khusus ini belum dapat diatur baik,” katanya.
Dia memastikan pengawasan Taman Nasional Lorentz sejauh ini berjalan baik untuk memelihara dan melindungi sumber daya alam (SDA) yang berada di dalamnya.
“Pengawasan Taman Nasional Lorentz yang kami lakukan, di antaranya pengamanan, pemanfaatan dan pengawasan kawasan yang secara rutin kami lakukan dalam melindungi kekayaan SDA di dalamnya,” ujarnya.
Baca juga: 3.000 hektare hutan Taman Lorentz rusak
Baca juga: Freeport bersihkan 600 kilogram sampah di jalur pendakian Carstensz
Dia menambahkan khusus untuk pengawasan secara keamanan tidak dilakukan secara aktif atau strong, tetapi lebih kepada preventif.
“Cara pendekatan yang kami lakukan dalam pola pengawasan bagaimana menjaga komunikasi, koordinasi dengan masyarakat yang baik serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz dalam hal perlindungan,” katanya.




