AS Desak China Tahan Diri Usai Latihan Militer Dekat Taiwan, Tegaskan Dukung Dialog Damai

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Amerika Serikat mendesak China untuk menahan diri dan menghentikan tekanan militer terhadap Taiwan setelah Beijing menggelar latihan militer terbaru di sekitar pulau tersebut pada awal pekan ini.

Pernyataan disampaikan oleh Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, pada Kamis, 1 Januari 2026.

" Aktivitas dan retorika militer China terhadap Taiwan dan pihak lain di kawasan meningkatkan ketegangan yang tidak perlu," ujarnya.

"Kami mendesak Beijing untuk menahan diri, menghentikan tekanan militernya terhadap Taiwan, dan memilih terlibat dalam dialog yang bermakna", ia menambahkan.

AS juga menegaskan dukungannya terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta menolak segala upaya perubahan sepihak terhadap status quo, terutama melalui kekuatan atau paksaan.

Latihan Militer China dan Ketegangan Terkini

Latihan militer gabungan China yang diberi nama Justice Mission 2025 dimulai pada Senin, beberapa hari setelah Washington menyetujui paket penjualan senjata senilai lebih dari 11 miliar dolar AS kepada Taiwan.

Menanggapi latihan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, pada Selasa, 30 Desember 2025, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan "respons hukuman dan pencegahan terhadap kekuatan separatis kemerdekaan Taiwan."

Latihan ini ditujukan kepada pihak-pihak yang dianggap berupaya memperkuat militer demi memisahkan diri dari China.

Presiden Taiwan, William Lai Ching-te, mengecam langkah militer China dan menyatakan bahwa Beijing terus meningkatkan ketegangan di kawasan.

"Hal ini tidak mencerminkan perilaku kekuatan dunia yang bertanggung jawab", ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Taiwan tidak akan memprovokasi konfrontasi maupun mencari konflik dengan China.

Status Taiwan Masih Jadi Sengketa Internasional

China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan bagian tak terpisahkan dari kedaulatannya.

Sementara itu, Taiwan bersikeras mempertahankan sikap kemerdekaannya sejak tahun 1949, setelah berpisah secara administratif dari pemerintahan pusat di Beijing.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arab Saudi Catat Rekor Eksekusi Hukuman Mati Terbanyak pada 2025, Mencapai 356 Napi
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Unggahan Lawas Atalia Praratya Oktober Lalu Kembali Disorot, Ungkap Isi Hati Paling Dalam?
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
9 Tanda Tubuh Sudah Overdosis Gula, Jangan Anggap Remeh
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
TNI AL Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Takengon Aceh Tengah
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Ada Tarif Khusus Rp1, Penumpang MRT Membludak saat Tahun Baru 2026
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.