Warga DIY Diminta Waspada Bencana di Puncak Musim Hujan

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat sebagian besar wilayah tersebut telah memasuki puncak musim hujan.

"Awal Januari 2026 ini sebagian besar wilayah DIY masuk puncak musim hujan," ujar Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Jumat.

BACA JUGA: Hari Pertama di 2026, Jakarta Diguyur Hujan

Reni mengatakan pada Januari 2026 curah hujan di wilayah DIY diprediksi berkisar 201 hingga lebih dari 500 milimeter per bulan dengan kriteria menengah hingga sangat tinggi serta sifat hujan normal hingga atas normal.

Sementara itu, pada Februari 2026 curah hujan di DIY diprakirakan berada pada kisaran 201 hingga 500 milimeter per bulan atau kriteria menengah hingga tinggi dengan sifat hujan seluruhnya normal.

BACA JUGA: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ringan hingga Sedang Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Untuk Maret 2026, Reni menyebut curah hujan di wilayah DIY diprediksi berkisar 201 hingga 400 milimeter per bulan dengan kriteria menengah hingga tinggi serta sifat hujan bawah normal hingga normal.

Oleh sebab itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim hujan, terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

BACA JUGA: Cuaca Hari Ini 30 Desember, Hujan Ringan Mengguyur Mayoritas Kota Besar Indonesia

"Melakukan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, serta memastikan kekuatan baliho di ruang publik," kata dia.

Dia menyebutkan berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer laut terkini menunjukkan bahwa angin baratan atau Monsun Asia mulai aktif di wilayah Indonesia, termasuk DIY.

Selain itu, hasil analisis Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi La Nina lemah dan diprediksi akan bertahan hingga awal tahun 2026, sementara Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam kategori netral.

Adapun Madden Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif di wilayah Indonesia bagian barat, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.

Reni menambahkan, analisis anomali suhu muka air laut di Perairan Selatan DIY berada pada kisaran minus 0,5 hingga 0,5 derajat Celsius atau kategori netral, dengan suhu muka laut berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius. (antara/jpnn)

 


Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hujan Deras, Jalur Purwakarta-Ciganea Tertutup Longsor, Sejumlah Perjalanan KA Terhambat


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Byeon Woo-seok Donasi Rp1,1 Miliar untuk Pasien Anak di Awal 2026
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mustajab! Baca Doa ini Setelah Shalat Jumat, Ustaz Adi Hidayat Beri Penjelasan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
BPBD: Pengungsi dampak banjir di Maninjau Agam menjadi 428 orang
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Awal Tahun 2026 Penuh Bahagia, Frislly Herlind Dilamar Difa Ryansyah!
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Bulog Gandeng BRIN, Gunakan Teknologi untuk Cegah Kutu di Stok Beras
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.