Bank Mandiri Siap Perkuat Dukungan BUMN Peduli Lewat Pembangunan Hunian Danantara untuk Masyarakat Aceh Tamiang

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Mandiri memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Langkah ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif dan siap mendukung program BUMN Peduli untuk membangun Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari kontribusi perseroan dalam mendukung ketersediaan tempat tinggal bagi warga yang terdampak, dan Bank Mandiri memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target.

Pembangunan Huntara ini merupakan hasil koordinasi antara Danantara Indonesia dan BP BUMN untuk mempercepat pemulihan aspek sosial serta ekonomi masyarakat. Fokus utama kolaborasi lintas instansi ini adalah menyediakan hunian yang aman, layak, dan memenuhi standar infrastruktur dasar. Program ini juga menjadi representasi upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan fasilitas tinggal yang memadai.

Proses pembangunan Huntara ditinjau langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama pimpinan Danantara Indonesia serta jajaran direksi BUMN terkait, seperti Himbara, BUMN Karya, PLN, Telkomsel, dan PTPN. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menekankan pentingnya kerja cepat seluruh pihak untuk meringankan beban masyarakat. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan dukungan penuh instansi negara terhadap kelancaran proses pemulihan di lapangan.

Baca Juga: Entitas Anak Raih Kredit dari Bank Mandiri, LION Jaminkan Deposito Rp20 Miliar

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1).

Selanjutnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan bahwa capaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas pihak, terutama peran aktif BUMN dalam mendukung proses pelaksanaan di lapangan. Ia menuturkan bahwa target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal, dan progres hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Senada, Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.

“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi menyampaikan bahwa keterlibatan Bank Mandiri dalam pengadaan Huntara Aceh Tamiang merupakan wujud sinergi nasional BUMN dalam memastikan kehadiran negara dirasakan secara nyata oleh masyarakat terdampak bencana.

“Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sinergi lintas BUMN termasuk Bank Mandiri, saat ini tengah mengakselerasi pembangunan total 600 unit Huntara secara nasional. Kami percaya, sinergi lintas BUMN menjadi kunci untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Ari.

Selain itu, Danantara Indonesia lewat sinergi lintas BUMN turut memastikan, pembangunan akan terus dirampungkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan, guna memastikan hunian layak sementara dapat segera tersedia bagi keluarga yang terdampak secara langsung.

Lebih lanjut, Ari menambahkan peran Bank Mandiri tidak hanya terbatas pada dukungan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi, termasuk pendampingan usaha serta akses layanan keuangan yang inklusif,” tambahnya.

Proyek pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah BUMN yang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya di bawah naungan Danantara Indonesia. Setiap unit dirancang dengan standar kelayakan huni dan mengikuti konsep modular untuk memastikan kecepatan dan kualitas pembangunan, serta dilengkapi fasilitas sosial pendukung.

Fasilitas pendukung meliputi dua kasur per unit, lemari, kipas angin, akses listrik dan Wi-Fi gratis, MCK komunal terpisah guna memastikan standar sanitasi, serta fasilitas umum seperti klinik kesehatan dan taman bermain anak untuk mendukung pemulihan sosial warga. Melalui sinergi dan akselerasi pembangunan Huntara ini, Bank Mandiri berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan yang adaptif dan responsif dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kredit Tumbuh, Bank Mandiri Fokus pada Keberlanjutan Kinerja Jangka Panjang

Sejalan dengan inisiatif tersebut, Bank Mandiri juga telah menugaskan 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana untuk melanjutkan pendampingan warga terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Aceh. Para relawan berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club, dan menggantikan relawan tahap awal yang sebelumnya bertugas di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan pendampingan, relawan membantu penyaluran bantuan logistik dan perlengkapan sekolah, serta mendukung operasional posko tanggap bencana. Dukungan yang diberikan mencakup pengelolaan dapur umum, layanan kesehatan dasar, kegiatan belajar sementara bagi anak-anak, serta pendampingan psikososial bagi warga terdampak, agar proses penanganan bencana dapat berjalan lebih tertata.

“Seluruh upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak melewati masa pemulihan dengan lebih tertata, sekaligus memulihkan kembali rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” pungkas Ari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jojo Buka 2026 dengan Duduki Peringkat 4 Dunia, Teratas dari Tunggal Putra Indonesia
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
• 17 jam lalumerahputih.com
thumb
Purbaya Ungkap Sentimen Penopang IHSG Tembus ke Level 10.000 di 2026
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pencarian WNA Spanyol Korban Kapal Tenggelam Diperluas hingga Selat Lintah
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenkes Survei Kesehatan di Baduy: Banyak yang Gatal-gatal, Diare
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.