Makin Banyak Orang Tanam Chip Otak di 2026, Begini Dampaknya

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Neuralink buka-bukaan masalah pada proyek implan chip otak ke manusia. Startup milik Elon Musk tersebut mengaku ada kabel kecil yang salah posisi di dalam otak pasien pertamanya. (X @Neuralink)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada lebih banyak orang yang bisa menanamkan chip di otaknya mulai tahun ini. Perusahaan implan Neuralink membuka akses kepada lebih banyak orang untuk menggunakannya dengan memproduksi massal perangkat otak-komputernya.

Elon Musk, pemilik Neuralink, mengungkapkan perusahaannya akan mulai produksi massal untuk perangkat tahun ini. Selain juga akan beralih ke prosedur bedah otomatis sepenuhnya, dikutip dari Reuters, Jumat (2/1/2026).


Reuters melaporkan Neuralink tidak langsung memberikan tanggapan terkait hal ini.

Implan milik Neuralink didesain untuk membantu orang dengan kondisi cedera serta lumpuh. Mereka akan bisa menggunakannya beraktivitas seperti biasa, dengan mengontrol alat tersebut melalui pikiran.

Pilihan Redaksi
  • Ramai-ramai Tanam Chip Otak, Tiruan Elon Musk Makin Banyak
  • Kiamat HP Sudah Muncul di China, Penggantinya Dijual di Mana-mana
  • Tanda Kiamat HP Muncul di China, Penggantinya Sudah Dijual dan Laris

Neuralink menempuh jalan panjang hingga produknya bisa digunakan manusia. Elon Musk dan perusahannya harus menghadapi masalah soal keamanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat pernah menolak permohonan Neuralink pada 2022 lalu.

Namun kemudian, perusahaan bisa melakukan uji coba pada manusia untuk implan otaknya pada 2024. Bulan September lalu, Neuralink juga mengatakan 12 orang di seluruh dunia dengan kelumpuhan parah telah menerima implan pada otaknya.

Menurut perusahaan, 12 pasien itu telah menggunakan implan selama 2.000 hari dengan total lebih dari 15 ribu jam. Capain ini menunjukkan chip dapat digunakan secara jangka panjang.

Neuralink juga pernah mengungkapkan akan memulai uji klinis di Inggris pada Juli lalu. Uji coba dilakukan dari hasil kerja sama University College London Hospitals dan Newcastle Hospitals.

Sementara itu, Neuralink juga baru saja melakukan pendanaan pada Juni lalu. Perusahaan berhasil mengantongi US$650 juta (Rp 10,8 triliun) dari investasi saat itu.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cara Pemerintah Tingkatkan Kompetensi PNS Lewat ASN DIGITAL

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menyalakan Harapan dari Sebuah Lampu: Jejak AZKO Membangun Gaya Hidup Berkelanjutan Indonesia
• 2 jam laluharianfajar
thumb
LPSK Catat Nilai Restitusi Naik Jadi Rp585 Miliar pada 2025, Paling Banyak Kasus Pencucian Uang
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Bos Bulog Mau Harga Beras Sama dari Sabang-Merauke, Tapi Ini Syaratnya
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Transjakarta Buka Booking Royaltrans BSD–Fatmawati dan Bintaro–Fatmawati
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Usai Bercerai dari Erin, Andre Taulany Tulis Harapannya di 2026: Kawin Lagi!
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.