Setelah Singapura, Alpukat Yunnan Kini Tembus Pasar Malaysia dalam Lima Hari Pengiriman

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Alpukat asal Provinsi Yunnan, China barat daya, berhasil memasuki pasar Malaysia setelah sebelumnya menembus pasar Singapura pada tahun 2024. Pencapaian ini menandai ekspansi baru bagi komoditas hortikultura unggulan dari wilayah Mengnuo, Longling, yang dikenal dengan kualitas alpukatnya.

Alpukat yang diekspor berasal dari kawasan Longling, yang terletak dekat cekungan Sungai Nujiang dan dikenal memiliki tanah subur serta curah hujan ideal untuk pertanian alpukat berkualitas tinggi.

Dukungan Logistik dan Kualitas Produk Jadi Kunci Ekspor Cepat

Li Jiaozhu, manajer bisnis internasional dari Yunnan Bafang Agricultural Technology Development Co.,Ltd, menjelaskan bahwa alpukat Mengnuo memiliki kepadatan dan rasa lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis impor lainnya.

"Dengan sistem logistik yang sangat efisien, alpukat kami dipetik dan diperiksa oleh bea cukai dengan cukup cepat, lalu dikirim dengan rantai dingin menuju bandara internasional Changshui di Kunming. Proses dari pemetikan hingga tiba di pasar Malaysia memakan waktu sekitar lima hari saja," ungkapnya.

Zhang Wei, manajer umum perusahaan, menyampaikan bahwa perusahaannya juga aktif menjalin kerja sama strategis dengan mitra-mitra lokal di Malaysia, termasuk dalam hal penyortiran, pengemasan, dan pengiriman produk yang dipersonalisasi.

"Kami juga cermat meneliti potensi kemampuan penjualan dan kinerja pasar dari setiap mitra, sehingga dapat lebih mengakar di pasar Malaysia," ujarnya.

Ekspansi Produk Turunan dan Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Perusahaan juga tengah menjajaki pengembangan produk turunan alpukat, seperti jelai, minyak alpukat, hingga produk kosmetik, untuk memperluas nilai tambah dari hasil pertanian tersebut.

Shao Zongbi, pejabat dari Mengnuo, menegaskan bahwa otoritas lokal memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri alpukat melalui penyediaan pencocokan tenaga kerja, fasilitasi alih fungsi lahan, serta layanan pendukung lainnya.

Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat pertanian alpukat sebagai komoditas ekspor yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar internasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sampaikan Kalimat Ini di Posko Pengungsian Bencana Tapsel
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Live di ANTV: Fiorentina vs Cremonese, Adu Tangguh David De Gea dan Emil Audero
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
40 Orang Tewas dalam Kebakaran Resor Ski Mewah di Swiss, 115 Lainnya Terluka
• 18 jam laludetik.com
thumb
Masalah Sampah di Tangsel, Benyamin: Penanganannya Bakal Diperkuat dari Hulu ke Hilir
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.