Ponpes Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Akhirnya Bersih dari Tumpukan Kayu

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang sempat terdampak kekuatan air dan material kayu dari banjir bandang di Aceh Tamiang pada 26 November 2025 kini telah bersih dari tumpukan kayu.

Antara melaporkan, dokumentasi terbaru yang diterima Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Jumat (2/1/2026) memperlihatkan perubahan signifikan yang memperlihatkan halaman pesantren yang dulunya merupakan “hutan kayu” darurat kini telah lapang serta tidak ada lagi potongan kayu besar yang menghalangi jalan.

Deretan alat berat yang selama ini bekerja tanpa kenal lelah, siang dan malam di bawah minimnya penerangan, kini terparkir rapi, menandakan misi pembersihan utama telah tuntas.

Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). Foto: Erlangga Bregas Prakoso/Antara Foto

Masjid pesantren yang sempat viral karena keteguhannya berdiri di tengah terjangan banjir pun kini tampak berdiri bersih dan kokoh. Bangunan suci itu tidak lagi terkepung kayu, tetapi telah menjadi tempat bernaung yang nyaman bagi para petugas dan relawan yang beristirahat.

Meskipun di luar area pesantren masih terlihat beberapa sisa kayu yang mengering, kondisi di dalam lingkungan pendidikan tersebut sudah jauh lebih tertata. Kerja keras lintas unsur yang melakukan pembersihan terpadu dengan koordinasi ketat membuahkan hasil nyata.

Walaupun saat ini sarana pendidikan belum sepenuhnya dapat difungsikan kembali, bersihnya area dari material kayu menjadi secercah harapan. Pemerintah terus menargetkan untuk mengembalikan denyut nadi ibadah dan pendidikan di Darul Mukhlisin agar para santri dapat segera kembali menimba ilmu dengan tenang.

Sebelumnya, kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlisin tampak mencekam pada 26 November 2025 silam. Kala itu, bangunan pesantren tersebut nyaris tidak bisa terlihat akibat tertimbun lumpur pekat dan gunungan kayu gelondongan yang terbawa arus.

Batang-batang pohon besar pun berserakan di halaman sehingga menutupi akses vital dan merusak fasilitas pendidikan. Suasana riuh santri berganti dengan tumpukan material sisa bencana yang memprihatinkan. Namun, semangat pemulihan tak pernah padam. Hingga saat ini, sisa-sisa amuk banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang itu perlahan mulai sirna.(ant/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Physical Touch Adalah: Arti, Ciri, dan Cara Penerapannya
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Warga Diminta Waspada Terhadap Penipuan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pencarian Pelatih Valencia FC dan Anaknya di Perairan Selat Pedar Pulau Komodo Diperpanjang 3 Hari
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Liverpool Ditahan Imbang Leeds United di Anfield
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Wacana Pilkada Lewat DPRD, KPK Ingatkan Risiko Korupsi dan Politik Biaya Tinggi
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.