Tiga orang sekeluarga ditemukan tewas di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Warga menceritakan para korban awalnya ditemukan keluarganya yang pulang bekerja.
Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas, Zen, mengatakan pihak pertama yang mengetahui ketiga korban meninggal dunia ialah Dafi, pria yang merupakan anak korban.
"Jadi si Dafi baru pulang kerja, terus teriak 'Pak RT, Pak RT'. Posisi saya datang pas Dafi teriak-teriak," kata Zen kepada wartawan di lokasi, Jalan Warakas 5, Gang 10, Tanjung Priok, Jumat (2/1/2026).
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Tiga orang yang meninggal ialah seorang ibu empat anak berinisial SS (50), anak pertama perempuan berinisial AAL (27), dan anak bungsu laki-laki berinisial AAB (13).
Sementara itu, korban selamat ialah pria berinisial ASJ (22), yang juga anak SS. Zen mengatakan SS merupakan orang tua tunggal karena suaminya sudah meninggal.
"(Yang meninggal) ibunya, anaknya perempuan, dan anak paling bungsu," katanya.
Zen mengatakan saat itu ketua RT setempat pun berteriak meminta ada pihak yang memanggil ambulans setelah mengetahui ada korban jiwa di rumah kontrakan tersebut. Dia mengatakan kulit ASJ dalam kondisi melepuh.
"Kondisi fisik dari yang selamat ada contoh melepuhnya. Nggak tahu (kondisi) kalau yang korban meninggal. Kalau yang selamat kulitnya melepuh," kata dia.
(jbr/jbr)




