Tradisi Sambut Wisatawan Pertama Diharapkan Bawa Optimisme Sektor Pariwisata di 2026

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) pertama di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (1/1/2026) dalam mengawali tahun.

Penyambutan tersebut merupakan simbol dimulainya perjalanan pariwisata yang lebih kuat dan berkualitas pada 2026 dan dilakukan oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa bersama Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir.

Baca Juga: Menpar Tinjau Bali pada Puncak Nataru, Kunjungan Wisman Meningkat

Penumpang maskapai All Nippon Airways (ANA) yang mendarat Kamis (1/1/2026) pukul 00.15 WIB dengan nomor penerbangan NH835 yang membawa wisatawan dari Narita, Jepang ini satu per satu disambut hangat dan menerima bingkisan dari Kemenpar serta InJourney Airports.

Para penumpang juga menikmati sajian tarian tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Seluruh kru pesawat ANA turut menerima sambutan serupa.

“Ini adalah tradisi yang setiap tahun kita lakukan. Kami berharap penyambutan ini membawa optimisme bahwa pada tahun 2026 akan terjadi pergerakan pariwisata yang semakin positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara diharapkan terus meningkat,” ujar Wamenpar, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Jumat (2/1).

Selain di Bandara Soekarno-Hatta, penyambutan wisatawan perdana juga dilakukan di Bali dan Kepulauan Riau sebagai tiga pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar di Indonesia.

Wamenpar menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, tumbuh di atas 10 persen dibandingkan tahun 2024.

Selama periode Januari hingga Oktober 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 12 juta, sementara pergerakan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 900 juta perjalanan.

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih, semakin tangguh, dan semakin kuat. Kondisi ini harus kita jaga bersama,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia menegaskan Kemenpar tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Melihat tren positif ini, kami optimistis pada tahun 2026 pergerakan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, akan terus meningkat,” ucapnya.

Pada tahun ini, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16–17 juta dan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,1 miliar perjalanan. Untuk menunjang target tersebut, Kemenpar telah merancang berbagai program strategis yang berfokus pada kualitas dan keberlanjutan (quality and sustainability).

Salah satu perhatian utama adalah peningkatan standar keselamatan dan keamanan wisatawan.

“Kita tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang pengalaman yang dirasakan wisatawan. Experience-based tourism akan menjadi kunci,” tutur Wamenpar.

Kemenpar juga terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas, termasuk desa wisata sebagai pilar penting. Selain keindahan alam, pariwisata Indonesia akan diperkuat melalui gastronomi, wisata bahari, heritage tourism, desain dan seni, serta wellness tourism.

“Kami ingin meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan secara menyeluruh, agar mereka merasakan kenyamanan, keamanan, dan kesan mendalam selama berkunjung ke Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyampaikan bahwa sepanjang periode 15–30 Desember 2025, pergerakan penumpang di seluruh jaringan bandara yang dikelola InJourney Airports mencapai 7,8 juta penumpang. Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang mencapai 2,7–3 juta, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sementara untuk Bali, penerbangan internasional mencatat peningkatan 1,9 hingga 2 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan bandara kini tidak sekadar menjadi pintu keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata. Karena itu, peningkatan layanan dan pengalaman penumpang (customer experience) terus dilakukan

“Selama periode Nataru ini kami menghadirkan berbagai aktivitas customer experience seperti pemberian gift serta prosesi penyambutan wisatawan malam ini,” ujar Achmad Syahir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ambil Orderan Makanan Cuma 30 Detik, Ojol di Sleman Dikejar-Dianiaya Juru Parkir
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Blok M Jadi Destinasi Populer di Awal Tahun 2026, Ini Alasannya!
• 22 jam laludisway.id
thumb
5 Hari Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Slamet Belum Ditemukan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Dukung Pembangunan Rumah Huntara Danantara untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana di Aceh
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Dubes Spanyol Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jasad Pelatih Valencia beserta Kedua Anaknya
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.