Purbaya Tarik Rp75 Triliun untuk Belanja Pemerintah, Ekonom Chatib Basri: Sejalan dengan Studi Saya

fajar.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Chati Basri menanggapi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Terkait penarikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp75 triliun.

“Ada limitasi dalam kebijakan moneter. Issue kita di sisi demand,” kata Chatib dikutip dari unggahannya di X, uat (2/1/2025).

Dia mengatakan demand memang mesti didorong melalui kebijakan fiskal. Seperti yang dilakukan Purbaya.

“Itu sebabnya dalam jangka pendek demand harus di dorong lewat fiskal, baru setelah itu kebijakan moneter mendukung,” terangnya.

Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan penelitiannya.

“Langkah ini sejalan dengan studi saya dan @synamira di bawah ini,” terangnya.

Penelitiannya terbit dalam jurnal terkenal, Taylor Francis. Di terbit pada tahun 2022.

“Sebenarnya ini tidak mengejutkan. Study saya bersama Namira
@synamira tahun 2022 lalu,” ujarnya.

Penelitian itu menunjukkan di Indonesia investasi dipengaruhi oeh konsumsi masyarakat. Bukan sebaliknya,

“Bahwa dalam kasus Indonesia, investasi lebih kuat dipengaruhi oleh konsumsi (permintaan) dan bukan sebaliknya,” terangnya.

“Walau likuiditas longgar, atau bunga rendah, kalau permintaan rendah, kredit tidak mengalir,” tambahya.

Dia mengambil contoh saat masa Covid 19. Pertumbuhan kredit rendah.

“Dalam masa covid, pertumbuhan kredit rendah sekali meski bunga rendah. Bagi mahasiswa yang tertarik bisa lihat buku ini, bebas akses, ini link nya,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum Selama Libur Tahun Baru 2026
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Tawuran Antarwarga Pecah di Terowongan Manggarai, Saling Lempar Batu-Petasan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Super Flu Mulai Terdeteksi di RI, Kemenkes Catat 62 Kasus di 8 Provinsi
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Gagal Bersinar di Italia, Permata Didikan Inter Milan Bakal Ditendang Kuda Hitam Serie A Musim Dingin Nanti
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kakorlantas Sebut Hotel di Puncak Ramai Saat Nataru, Tapi Tak Ada Kemacetan
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.