Di luar soal prestise, barang branded kini semakin dilirik sebagai alternatif investasi. Pasalnya, sejumlah produk dari merek ternama justru mengalami kenaikan harga dari waktu ke waktu, sehingga menawarkan potensi imbal hasil yang menarik bagi pemiliknya. Tren pasar barang branded 2026 Menariknya, melansir laman BCA Prioritas, setelah sempat mengalami perlambatan dalam dua tahun terakhir, pasar barang mewah diproyeksikan kembali bergairah pada 2026.
Menurut laporan terbaru Bain & Company yang bekerja sama dengan asosiasi barang mewah Italia, Altagamma, pasar barang branded global diprediksi tumbuh sekitar 3 hingga 5 persen pada tahun depan.
Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi barang mewah yang masih kuat di Amerika Serikat. Permintaan lokal di Eropa dan Jepang juga relatif stabil, sementara tren penjualan di Tiongkok menunjukkan perbaikan yang semakin signifikan.
Baca juga: Aturan Pajak Barang Mewah: Penjelasan Lengkap dan Cara Hitung Brand mewah yang diprediksi bersinar di 2026
Seiring prospek pasar yang kembali positif, sejumlah brand mewah diperkirakan akan tetap menonjol pada 2026.
Brand-brand ini telah memiliki reputasi global dan mampu menjaga eksistensinya melalui berbagai strategi, mulai dari kualitas produk yang konsisten, pemasaran omnichannel yang presisi, hingga kemampuan membaca preferensi konsumen di berbagai wilayah.
1. Louis Vuitton
Rumah mode asal Prancis ini dikenal dengan produk-produk berharga fantastis dan aura kemewahan yang kuat. Portofolio Louis Vuitton mencakup barang berbahan kulit, fesyen mewah, jam tangan, perhiasan, hingga produk kecantikan premium.
Pada 2026, Louis Vuitton diproyeksikan semakin mengukuhkan posisinya sebagai brand mewah unggulan. Strategi yang dijalankan antara lain menjaga kelangkaan produk, memperluas lini perhiasan mewah, serta mempererat kerja sama pemasaran dengan sektor perhotelan kelas atas.
2. Hermès
Bagi pencinta tas mewah, nama Hermès tentu sudah tidak asing. Brand ini diprediksi tetap bersinar pada 2026, terutama karena keberhasilannya menjaga eksklusivitas produk melalui produksi yang terbatas.
Mulai dari tas Kelly, Birkin, hingga aksesori kulit dan syal sutra, Hermès konsisten mempertahankan kualitas tinggi dengan kuantitas yang terkontrol. Faktor inilah yang membuat bisnis Hermès tetap solid hingga kini. Pada 2026, brand berusia hampir dua abad ini masih akan memperkuat eksistensinya lewat ekspansi gerai, pelatihan atelier, serta kontrol ketat dalam produksi barang kulit.
3. Kering
Grup induk di balik brand ternama seperti Gucci, Saint Laurent, dan Bottega Veneta ini juga diprediksi akan bersinar pada 2026. Kering fokus pada harmonisasi antar merek, penguatan kredibilitas produk haute couture, serta percepatan pengembangan lini produk pria dan barang berbahan kulit.
Saint Laurent akan memperluas koleksi ready-to-wear dan aksesori fesyen dengan desain inovatif di bawah arahan direktur kreatifnya. Sementara itu, Gucci berupaya menyeimbangkan desain ikonis dengan sentuhan kontemporer untuk menarik minat konsumen muda dan mapan di pasar global.
4. Richemont
Produsen barang mewah asal Swiss ini diperkirakan akan mencatat pertumbuhan positif pada 2026. Richemont dikenal lewat produksi perhiasan dan jam tangan berkualitas tinggi yang mengedepankan daya tahan serta desain elegan yang tak lekang oleh waktu.
Ditambah dengan layanan purna jual dan servis pelanggan yang unggul, nilai produk Richemont tetap terjaga di pasar barang mewah global.
5. Chanel
Chanel merupakan ikon barang mewah dunia yang identik dengan kualitas haute couture, fesyen premium, barang kulit, hingga produk kecantikan kelas atas. Desain yang ikonis dan pengerjaan detail membuat produk Chanel dibanderol dengan harga tinggi dan tetap diminati.
Pada 2026, Chanel diprediksi akan terus menguatkan posisinya melalui kepemimpinan di pasar haute couture, pengembangan layanan kecantikan berbasis pengalaman, serta ekspansi global yang terukur dengan tetap menjaga distribusi eksklusif dan storytelling merek yang kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




