JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi XIII DPR Fraksi PDI-P Andreas Hugo Pareira menyampaikan, teror terhadap influencer seperti DJ Donny, Sherly Annavita, Virgiawan Aurelio, dan aktivis lingkungan Iqbal Damanik merupakan bukti kemunduran dalam peradaban politik Indonesia.
Padahal, kata dia, Indonesia selama ini membanggakan diri sebagai negara demokrasi.
"Ini membuktikan terjadi kemunduran dalam peradaban politik kita. Di satu pihak kita membanggakan diri menjadi negara demokrasi, di mana hak rakyat untuk mengekspresikan pendapat dijamin oleh negara. Rakyat diberikan haknya untuk menentukan siapa pemimpinnya," ujar Andreas kepada Kompas.com, Jumat (2/1/2026).
Baca juga: Aktivis dan Influencer Diteror, LPSK Siap Terima Permohonan Perlindungan
"Sementara di lain pihak adanya teror terhadap para influencer yang mengekspresikan suara rakyat," sambungnya.
Menurut Andreas, teror ini jelas bertujuan untuk membungkam suara para influencer.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=anggota dpr, andreas hugo pareira, Teror Influencer, teror dj donny&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8xODM2MjI2MS9hbmdnb3RhLWRwci1wZGktcC1raXRhLWJhbmdnYWthbi1kaXJpLWphZGktbmVnYXJhLWRlbW9rcmFzaS10ZXRhcGk=&q=Anggota DPR PDI-P: Kita Banggakan Diri Jadi Negara Demokrasi, tetapi Influencer Diteror§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Dia pun mendesak negara melalui para aparat keamanan harus hadir untuk melindungi, mengusut, dan menemukan siapa pelaku teror tersebut.
"Dengan segala kelengkapan peralatan teknologi dan kemampuan personel aparat, seharusnya tidak sulit untuk mengusut dan membekuk para pelaku teror," jelas Andreas.
Andreas menekankan, negara harus menemukan pelaku teror tersebut.
Sebab, jika tidak ditemukan, maka masyarakat akan menuduh aparatlah yang melakukan aksi teror.
"Ini penting dilakukan, karena kalau tidak diusut dan ditemukan bisa terjadi adu domba. Masyarakat justru akan menuduh justru aparat yang berada di belakang teror-teror tersebut," imbuh Andreas.
Baca juga: Teror Beruntun yang Menimpa DJ Donny
Sebagai informasi, seorang influencer yang aktif menyuarakan kritik terhadap pemerintah, DJ Donny, menerima dua kali teror ke rumahnya dalam kurun waktu tiga hari terakhir.
Pertama, ia dikirimi bangkai ayam pada Senin (29/12/2025). Dan teror kedua, rumahnya dilempari bom molotov.
Upaya hukum yang telah ditempuh Donny saat ini adalah melapor peristiwa itu ke Mapolda Metro Jaya dengan registrasi perkara nomor STTLP/B/9545/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




