BANDUNG, KOMPAS- Tujuh buruh bangunan tertimbun tanah di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026) sore. Tiga orang selamat tapi empat pekerja lainnya masih tertimbun.
Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten (BPBD) Sumedang, insiden ini terjadi pukul 14.45 WIB. Saat kejadian, korban tengah bekerja membangun rumah yang terletak di lereng. Cuaca saat kejadian cerah dan tidak hujan.
"Korban tertimbun masih dicari," kata Hadi Rahmat Hardjasasmita, Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Moch Adip menuturkan, memberangkatkan satu tim untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan para korban yang masih tertimbun.
Dari info sementara tiga pekerja telah dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka adalah Ahmid (71), Dian (41), dan Dahlan (42). Dua dari tiga korban selamat dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran untuk mendapatkan perawatan medis.
Sedangkan empat orang lainnya masih dicari. Mereka adalah Ade, Ivan, Ujang dan Heri.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan prediksi cuaca dari tanggal 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di Jabar yang menjadi pusat destinasi wisata. Diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kabupaten dan kota.
Pada tanggal 31 Desember 2025, diperkirakan hujan sedang dan lebat terjadi di sejumlah daerah wisata Jabar, antara lain, Kota Bandung, Kab.Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut dan Kabupaten Pangandaran.
Pada 1 Januari 2026, hujan sedang dan lebat terjadi di sejumlah daerah Jabar, antara lain, Bogor, Kota Depok, Karawang Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Sumedang dan Garut.
Pada 2 Januari 2026, hujan sedang dan lebat terjadi di sejumlah daerah Jabar, antara lain Bekasi, Kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Bandung Barat dan Sumedang.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu memaparkan, terpantau pertumbuhan bibit siklon tropis 96S di Samudra Hindia di selatan NTB, dan bibit siklon tropis 98S di daratan Australia bagian utara. Hal ini berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan angin di wilayah Jabar.
Selain itu, lanjut Teguh, terpantau juga adanya belokan angin dan konvergensi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan awan hujan di Jawa Barat. "BMKG mengingatkan masyarakat selalu waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu waktu dan potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, " paparnya.




