Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penambahan 50 emiten baru melalui pencatatan saham sepanjang 2026, sekaligus membidik pertumbuhan sekitar 2 juta investor baru guna memperluas basis pasar modal nasional. Target tersebut ditetapkan seiring proyeksi kondisi ekonomi domestik dan global serta upaya menjaga keberlanjutan pertumbuhan pasar modal dalam jangka menengah.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, dari sisi pencatatan, BEI menargetkan total 555 pencatatan efek sepanjang 2026, dengan 50 di antaranya berasal dari saham baru. Dengan realisasi tersebut, jumlah perusahaan tercatat diproyeksikan meningkat dari posisi akhir 2025 yang mencapai 956 emiten.
“Dari sisi pencatatan, kami menargetkan 555 pencatatan efek di tahun 2026, di antaranya 50 saham baru,” ujar Iman dalam pembukaan perdagangan BEI tahun 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Market Cap Tembus Rp16.000 Triliun, BEI Klaim Pasar Saham RI Lampaui Singapura Hingga Thailand
Target pencatatan saham baru pada 2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian sepanjang 2025. Pada tahun lalu, BEI mencatatkan 26 saham baru dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp18,1 triliun. Peningkatan target ini diharapkan dapat memperkuat pendalaman pasar dan memperluas pilihan investasi bagi investor.
Seiring dengan target pertumbuhan emiten, BEI juga menyesuaikan proyeksi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2026. BEI menargetkan RNTH berada di kisaran Rp15 triliun hingga akhir tahun, lebih rendah dibandingkan realisasi akhir 2025 sebesar Rp18,06 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika pasar global dan sikap kehati-hatian pelaku pasar.
Baca Juga: BEI Siapkan Sistem Perdagangan Baru Ala Nasdaq, Target Meluncur Desember 2026
Di sisi pengembangan basis investor, BEI menargetkan penambahan sekitar 2 juta investor pasar modal baru sepanjang 2026. Upaya tersebut akan didorong melalui program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan berbagai kanal distribusi informasi.
Pada 2025, total investor pasar modal—yang mencakup investor saham, obligasi, dan reksa dana—mencapai 20,3 juta investor, tumbuh 36,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah investor saham dan surat berharga lainnya meningkat lebih dari 2,2 juta menjadi 8,59 juta investor saham.
Iman menegaskan, pencapaian target pertumbuhan emiten dan investor pada 2026 memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan pasar modal. “Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Masterplan BEI 2026–2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” ujarnya.



