Sekolah di Aceh Tamiang Ditargetkan Bisa Beroperasi 5 Januari 2026

suara.com
15 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengunjungi Aceh Tamiang pada akhir 2025 guna memastikan pemulihan pascabencana berjalan lancar.
  • Sebanyak 1.102 personel Polri dikerahkan untuk membersihkan 38 sekolah agar dapat beroperasi kembali pada 5 Januari.
  • Kapolri juga meninjau lokasi pembangunan Hunian Tetap dan Sementara bagi warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

Suara.com - Di penghujung 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan tanpa hambatan.

Fokus utamanya satu: memastikan anak-anak sekolah bisa kembali belajar di kelas pada awal tahun baru.

Sambil meninjau langsung pembersihan SMP Swasta Islam, TK Bhayangkari, hingga Asrama Polisi (Aspol) Kota Kuala Simpang pada Rabu (31/12/2025), Jenderal Sigit menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti lama akibat bencana.

"Harapan kita, khusus untuk sekolah-sekolah, tanggal 5 Januari sudah bisa masuk. Kita lakukan pembersihan dengan cepat agar aktivitas belajar mengajar kembali normal," ujar Sigit dengan optimis di tengah kegiatannya meninjau lokasi.

Polri tidak main-main dalam misi kemanusiaan ini. Sebanyak 1.102 personel kepolisian dikerahkan ke titik-titik terdampak, lengkap dengan berbagai alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material sisa bencana.

Di Aceh Tamiang saja, tercatat ada 38 sekolah yang kini tengah dikebut pembersihannya melalui aksi gotong royong antara polisi, warga, dan pihak sekolah.

"Kita kejar di sisa waktu yang ada," ucap Kapolri, menekankan urgensi waktu yang tinggal hitungan hari.

Selain fasilitas pendidikan, Jenderal Sigit juga menaruh perhatian besar pada tempat tinggal warga yang rusak.

Ia meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) yang diinisiasi oleh Polri.

Baca Juga: Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?

Ia ingin memastikan bahwa masyarakat yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan kepastian.

"Kita ingin pastikan ada progres nyata, mulai dari pembersihan hingga pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak," imbuhnya.

Langkah cepat di Aceh Tamiang ini merupakan bagian dari komitmen besar Polri dalam penanggulangan bencana di wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) yang juga mengalami musibah serupa.

Kapolri memastikan bahwa Polri akan terus mengawal seluruh proses transisi, mulai dari masa tanggap darurat, rekonstruksi, hingga relokasi warga ke tempat yang lebih aman.

"Polri bersama masyarakat dan seluruh stakeholder akan terus bersinergi sampai kondisi benar-benar pulih dan aktivitas warga kembali normal," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Nasional Kutacane-Medan Terendam Banjir Lagi
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK: 105 Ribu Debitur Terdampak Bencana Sumatera, Berimbas ke Kredit Rp 400 T
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Semangat PNM Perkuat Komitmen Pelayanan Berbasis Customer Experience di 2026
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Banjir di Ponorogo Rendam 30 Hektare Sawah, Padi Usia 2 Bulan Terancam Gagal Panen
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
• 17 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.