FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ajang SEA Games 2025 resmi berakhir sejak 20 Desember lalu. Para atlet khususnya yang berhasil mempersembahkan medali bagi Indonesia kini mulai menantikan bonus yang dijanjikan pemerintah.
Bonus bagi peraih medali tentu saja menjadi salah satu hal yang dinantikan oleh para atlet yang berkiprah di SEA Games 2025. Terutama mereka yang berprestasi dengan meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu di Thailand.
Bonus tersebut tentu saja sesuai dengan janji Presiden Prabowo Subianto. Presiden telah menjanjikan akan memberi bonus bagi atlet berprestasi dengan meraih medali di SEA Games 2025 Thailand. Khusus untuk perain medali emas, para atlet dijanjikan bonus hingga Rp1 miliar.
Terkait hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir irit bicara saat ditanya terkait bonus SEA Games 2025. Dia hanya mengatakan anggaran baru ditinjau ulang.
Saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Erick Thohir memilih irit bicara. Sembari terburu-buru, dia menolak memberikan keterangan lengkap perihal SEA Games 2025, termasuk soal bonus atlet.
Didampingi oleh ajudannya, Erick Thohir mengatakan bahwa Jumat (2/1) adalah hari pertama dia berkantor di Kemenpora pada 2026. Ia pun menyebut soal bonus SEA Games masih ditinjau ulang anggarannya.
“Enggak-enggak, baru ngantor sehari. Baru review anggaran. Selamat tahun baru,” singkat Erick Thohir kepada awak media.
Selain bonus, Kemenpora RI juga belum membeberkan hasil evaluasi SEA Games 2025. Pemerintah masih menyimpan rapat-rapat soal hal tersebut setelah memulai rapat pertamanya pada 22 Desember 2025.
Tim Indonesia sendiri diketahui melampaui target dengan meraih 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu serta finish di peringkat kedua.
Capaian itu jauh lebih baik dari target yang ditetapkan. Yakni meraih sedikitnya 80 emas dan mempertahankan posisi tiga besar seperti SEA Games edisi sebelumnya.
Nah, Erick Thohir kala itu dalam keterangan resminya sempat mengatakan bahwa pemerintah enggan terlena dengan hasil SEA Games 2025. Walaupun raihan medali tersebut menjadi capaian terbaik di luar kandang dalam tiga dekade terakhir.
Hasil SEA Games 2025, disebut Erick Thohir perlu dievaluasi secara mendalam untuk memetakan cabor potensial guna merumuskan strategi yang lebih matang. Terutama di Asian Games 2026 yang akan berlangsung pada September-Oktober di Nagoya, Jepang.
“Kita bergerak cepat, kita tidak mau terlena dengan hasil positif ini. Saya bersama tim evaluasi duduk bersama untuk membahas garis besar bagaimana performa kontingen kita,” kata Erick dalam keterangannya, Rabu (24/12).
“Di pertengahan Januari, saya ingin kita sudah bisa memetakan potensi emas kita di Asian Games,” tambahnya.
Erick kemudian menekankan bahwa akurasi tinjauan kontribusi setiap cabor akan menjadi penentu kuota keberangkatan ke Jepang pada September 2026 mendatang. Sehingga atlet dan cabor yang dikirimkan tidak sembarangan.
“Waktu yang kita miliki tidak lama lagi, kurang dari sembilan bulan. Kita butuh segera merumuskan strategi dan perencanaan yang matang,” jelasnya. (fajar)




